Berita NTT

Kinerja Positif APBN 2022 Jadi Modal Kuat Respon Tantangan di 2023

kinerja positif sejalan dengan perekonomian domestik yang membaik, serta semakin terkendalinya pandemi Covid-19.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
KONFERENSI PERS - Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT, Catur Ariyanto Widodo dalam Konferensi Pers APBN NTT, Kamis, (29/9). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi NTT, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan, di tengah risiko volatilitas lingkungan global, perekonomian nasional mampu melanjutkan pemulihan yang semakin kuat.

Kerja keras APBN selama kurang lebih 3 tahun terakhir telah berhasil menjaga masyarakat dan perekonomian serta terbukti tangguh menghadapi berbagai guncangan dan ancaman ketidakpastian, melalui optimalisasi peran APBN sebagai shock absorber dalam meredam gejolak perekonomian global.

Kinerja Pelaksanaan APBN Secara Nasional

Baca juga: Bupati Belu Yakin Modal Bank NTT Tembus 3 Triliun Tahun 2024

Dalam rilis pers yang diterima POS-KUPANG.COM pada Senin, 16 Januari 2023 menyampaikan pelaksanaan APBN tahun 2022 mencatatkan kinerja positif sejalan dengan perekonomian domestik yang membaik, serta semakin terkendalinya pandemi Covid-19.

Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.626,4 triliun (115,9 persen dari Perpres 98/2022) atau tumbuh 30,6 % dibandingkan realisasi tahun 2021.

Dari total realisasi pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp2.034,5 triliun (114,0 % dari Perpres 98 tahun 2022) atau tumbuh 31,4 % dari realisasi tahun 2021.

Untuk realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai adalah sebesar Rp317,8 triliun (106,3 % dari Perpres 98/2022), atau meningkat 18,0 % dibandingkan realisasi tahun 2021. 

Capaian penerimaan perpajakan tersebut didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan permintaan yang terus membaik, tren peningkatan harga komoditas, kenaikan harga komoditas utama ekspor, serta peningkatan permintaan dalam negeri terkait barang impor.

Baca juga: Pemilu 2024, 10 Bacalon DPD NTT Wajib Perbaiki Administrasi Dukungan

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp588,3 triliun atau 122,2 % sesuai Perpres 98/2022.

Capaian tersebut meningkat 28,3 % dibandingkan realisasi tahun 2021, yang didukung oleh meningkatnya harga komoditas (minyak mentah dan minerba), serta membaiknya layanan PNBP Kementerian/Lembaga (K/L) seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Realisasi belanja negara mencapai Rp3.090,8 triliun atau meningkat 10,9 % dari realisasi tahun 2021, sejalan dengan strategi kebijakan APBN yang berperan sebagai shock absorber. 

Anggaran belanja tersebut ditujukan untuk melindungi perekonomian dan masyarakat terhadap dampak risiko ketidakpastian global. Penyerapan belanja negara tersebut mencapai 99,5 % dari Perpres 98/2022.

Realisasi belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp2.274,5 triliun (98,8 % dari Perpres 98/2022) 
atau meningkat 13,7 % dari realisasi tahun 2021.

Jumlah tersebut tediri dari realisasi belanja K/L sebesar Rp1.079,3 triliun (114,1 % dari Perpres 98/2022), yang dipengaruhi oleh antara lain peningkatan pagu belanja K/L untuk mendukung Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) di bidang kesehatan dan perlindungan sosial. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved