PLBN Napan
Menteri PUPR Kebut PLBN Napan TTU, Bupati Juandi Dorong Ekspor-Impor
Pelaksanaan konstruksinya telah dilaksanakan sejak 30 November 2020 dengan alokasi APBN sebesar Rp 106,2 miliar.
Juandi menegaskan proyek Pembangunan PLBN Napan yang dibiayai APBN dengan menelan pagu anggaran Rp 106,2 miliar ini dipercaya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Hal ini disebabkan oleh kegiatan perdagangan atau ekspor-impor di PLBN Napan pasti akan menjadi pilihan utama para pengusaha. Ia juga meyakini bahwa, kegiatan ekspor-impor di PLBN Napan akan menjadi pilihan utama para pengusaha karena faktor jarak yang dinilai cukup dekat.
Baca juga: Pengerjaan PLBN Napan Diguncang Persoalan, Kontraktor Diduga Gunakan BBM Bersubsidi
"Didukung juga oleh infrastruktur jalan yang sangat memadai," imbuh Bupati Juandi.
Pengusaha Antusias
Pengusaha TTU, Tryandi Sulistyo, antusias dan menyambut baik informasi pembangunan PLBN Napan yang ditargetkan selesai April 2022. Baginya pembangunan PLBN Napan membawa angin segar. Baik bagi para pelaku ekspor-impor, maupun masyarakat TTU pada umumnya.
"Para eksportir dari Indonesia khususnya di Kabupaten Timor Tengah Utara, semakin dipermudah dengan akses tersebut. Di sisi lain, secara tidak langsung biaya kegiatan ekspor impor pasti dapat diminimalisir," kata Tryandi kepada Pos Kupang, Sabtu 19 Februari 2022.
Selain itu, bagi Tryandi, PLBN Napan juga dinilai akan menjadi lokasi destinasi wisata bagi masyarakat TTU, maupun dari wilayah kabupaten lain. Menurutnya, sejak dimulai pembangunan PLBN Napan, pihaknya tidak diberi izin untuk melakukan kegiatan ekspor-impor melalui PLBN Napan.
Baca juga: Napan Jadi Desa Pertama di TTU yang Salurkan BLT Desa Tahap 3 Sampai Desember 2020
Oleh karena itu, proses ekspor-impor Indonesia-RDTL, selama pembangunan PLBN Napan, dilakukan melalui PLBN Wini. Hal ini mewajibkan mereka untuk menempuh perjalanan melalui Kabupaten Belu dan memakan waktu yang cukup lama. "Kebanyakan kita mutar dari Atambua, untuk lewat PLBN Wini," ungkapnya.
Apabila pembangunan PLBN Napan telah rampung, ujar Tryandi, para pengusaha yang berdomisili di TTU pasti merasa senang. Pasalnya, jarak yang ditempuh untuk melakukan kegiatan ekspor-impor ke wilayah Timor Leste lebih dekat dari sebelumnya.
Sedangkan, para pengusaha yang berdomisili di Belu dan kabupaten lainnya pasti lebih memilih untuk melakukan kegiatan ekspor-impor di PLBN Wini atau yang lainnya.
Baca juga: Pemdes Napan Prioritas Kegiatan Pemberdayaan dan Wisata Desa dalam RKPDes 2021
"Kalau kita yang bawa mobil besar, untuk jalur Bakitolas dan Maubesi itu kan sudah tidak memungkinkan. Sehingga kita harus manuver lewat Atambua," beber Tryandi.
Pria yang sering melakukan kegiatan ekspor-impor bahan bangunan dan perabot lainnya ini mengaku, semakin dipermudah dalam melakukan aktivitas perdagangan ke Timor Leste.
"Tergantung permintaan dari Timor Leste, karena di surat izinnya saya itu kan meliputi semua itu. Cuman saya lebih spesifiknya ke bahan bangunan," tutup Tryandi. (rnb/bbr/kompas.com)