PLBN Napan

Menteri PUPR Kebut PLBN Napan TTU, Bupati Juandi Dorong Ekspor-Impor

Pelaksanaan konstruksinya telah dilaksanakan sejak 30 November 2020 dengan alokasi APBN sebesar Rp 106,2 miliar.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO-SATGAS YONARMED
Pembangunan PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara diawali dengan upacara adat. 

POS-KUPANG.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah mempercepat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Napan, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan infrastruktur yang proses pelaksanaan konstruksinya telah dilaksanakan sejak 30 November 2020 dengan alokasi APBN sebesar Rp 106,2 miliar ini, ditargetkan selesai April 2022.

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu 16 Februari 2022.

Baca juga: Danrem 161/Wira Sakti Kunjungan Kerja di PLBN Napan Perbatasan RI-RDTL

PLBN Napan adalah satu di antara PLBN yang menjalani percepatan pelaksanaan pembangunan wilayah perbatasan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019. Inpres ini tentang Percepatan Pembangunan Sebelas Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Adapun proses pelaksanaan konstruksi PLBN Napan telah dilakukan sejak 30 November 2020 dengan dana APBN sebesar Rp 106,2 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC) tahun 2020-2022.

Tercatat progres pelaksanaan konstruksi fisik per 27 Desember 2021 lalu mencapai 73.08 persen. Sementara progres pelaksanaan konstruksi keuangan per 27 Desember 2021 sebesar 69,74 persen dan sudah mencapai 77,45 persen pada akhir Januari 2022.

Baca juga: Bupati Juandi Beri Respon Positif Perihal Pembangunan PLBN Napan-TTU

Ruang lingkup pekerjaan kegiatan percepatan pelaksanaan pembangunan PLBN Napan antara lain meliputi Bangunan Inti, Gudang Sita, Mess Pegawai, Wisma Indonesia, dan Mini Terminal.

Ada juga Carwash, Gerbang Tasbara, Power House, Pos Pamtas, Pos Polisi, Bangunan TPS, GWT, dan MEP.

Dalam mendukung infrastruktur wilayah perbatasan dan kelancaran proses pelaksanaan pembangunan, Kementerian PUPR tidak hanya membangun PLBN tetapi juga akses jalan untuk mempermudah mobilitas barang, jasa, dan manusia.

Pembangunan PLBN ini diharapkan mampu mengurangi disparitas, meningkatkan daya saing nasional, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah setempat.

Baca juga: Pembangunan PLB Napan, TTU Rampung April 2022, Ini Respon Pengusaha Ekspor-Impor

Dengan adanya PLBN Terpadu Napan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana handal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kawasan perbatasan di NTT sehingga menjadi kawasan perbatasan yang berdaya saing serta dapat mengatasi permasalahan yang sering muncul di perbatasan.

Selain PLBN Napan, pada tahun ini pemerintah juga melanjutkan pembangunan sepuluh PLBN gelombang kedua lainnya. Sepuluh PLBN Itu adalah PLBN Serasan, PLBN Jagoi Babang, PLBN Sei Kelik, PLBN Long Nawang, PLBN Long Midang, PLBN Labang, PLBN Sei Pancak/Sei Nyamuk, PLBN Eopoli, PLBN Yetetkun, dan PLBN Sota.

Fungsi Koordinasi

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan tujuh PLBN. Dalam hal ini PLBN Entikong, PLBN Aruk, dan PLBN Nanga Badau yang ada di Kalimantan Barat.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved