Berita Sumba Timur

3 Ketua Partai Dukung Penyelesaian Sengketa Tenaga Kerja dan Manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

Tiga Ketua partai besar di Sumba Timur mendukung penyelesaian persoalan sengketa antara tenaga kerja dan manajemen RSUD Umbu R

Penulis: Ryan Nong | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
DUKUNGAN - Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali atau ULP (empat dari kanan), Ketua DPC Partai Nasdem Sumba Timur Yonathan Hani (tiga dari kanan) dan Ketua DPC PKB Sumba Timur, Haji Abdul Samad (paling kanan) saat diskusi bersama vendor atau penyediaan jasa di RSUD Umbu Rara Meha dan tenaga kerja yang diputus kontrak pada Selasa, 18 Januari 2022. 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Tiga Ketua partai besar di Sumba Timur mendukung penyelesaian persoalan sengketa antara tenaga kerja dan manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Sumba Timur. 

Dukungan tersebut diungkapkan Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali atau ULP, Ketua DPC Partai Nasdem Sumba Timur Yonathan Hani dan Ketua DPC PKB Sumba Timur, Haji Abdul Samad alias Haji Samad saat diskusi bersama vendor atau penyediaan jasa di RSUD Umbu Rara Meha dan tenaga kerja yang diputus kontrak pada Selasa, 18 Januari 2022.

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Kantor DPC PKB Sumba Timur di Kelurahan Kemalaputi, Kecamatan Kota Waingapu Sumba Timur itu, hadir pula Ketua KSPSI Sumba Timur, Andreas Ninggeding dan Pendeta Herlina dari Perwati.

Ketua DPC Nasdem Sumba Timur, Yonathan Hani mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelesaian persoalan antara manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu dan vendor serta para tenaga kerja. 

Baca juga: Pemutusan Kerjasama Sepihak RSUD Umbu Rara Meha, DPRD Sumba Timur Beri Waktu 14 Hari Rekonsiliasi 

Ia juga mendukung para pihak untuk melakukan upaya mediasi untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilaksanakan pada pekan lalu. 

Harapannya, mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan yang tidak merugikan para pihak. 

Ketua DPD I Partai Golkar Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyebut bahwa dalam persoalan itu masing masing pihak terikat dalam kontrak yang legal. 

"Masing masing pihak akan menyatakan dasar dasar keputusan mereka. Ada perikatan yang sama sama disepakati dan diketahui bersama oleh pemerintah," ujar Umbu Lili Pekuwali. 

Baca juga: Komisi C DPRD Sumba Timur Klarifikasi Pemutusan Kontrak Kerjasama oleh RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

Menurutnya, persoalan menyangkut penghentian sepihak dari perjanjian kerjasama (PKS) antara rumah sakit dan vendor dan tenaga kerja yang harus diperjuangkan agar keputusan kedepan dipertimbangkan. "Ini jadi pembelajaran bersama," menurut Umbu Lili Pekuwali. 

Mantan wakil Bupati Sumba Timur itu juga mengingatkan untuk memanfaatkan hasil rekomendasi rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi DPRD Sumba Timur. 

"Tahapan 14 hari untuk mediasi sesuai rekomendasi DPRD, kalau tidak menghasilkan kesepakatan maka dimungkinkan tercapainya langkah langkah lain," terang dia. 

Sementara Ketua DPC PKB Sumba Timur, Haji Abdul Samad berjanji akan mengawal persoalan pemutusan kontrak kerjasama RSUD Umbu Rara Meha dengan pihak vendor tersebut hingga tuntas

Baca juga: Pemutusan Kontrak oleh RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Manajemen Hormati Langkah Rekanan

"Persoalan ini kami sama sama kawal khusus agar persoalan ini bisa diselesaikan. Waktu kontrak kerja masih ada. Kita tunggu mediasi kedua, kalau pemerintah abaikan maka saya mendukung dan mengawal," ujar dia. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved