Berita Pemprov NTT
Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Pasca Pandemi Covid-19
kewajiban pokok sudah teratasi dengan penjualan aset yang menjadi jaminan kredit. Sedangkan masalah sisanya
Untuk menjalankan agen pembangunan guna membangkinkan ekonomi NTT paska pandemi, salah satu program yang diluncurkan adalah Kredit Merdeka. “Kredit ini ini plafonnya Rp1-10 juta. Namanya kredit merdeka sehingga tanpa agunan dan pengucurannya cepat. Hanya KTP, KK dan jenis usahanya saja,” terang banker jebolan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini.
Baca juga: Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT
Kredit merdeka sejauh ini sudah disalurkan kepada 6.000 nasabah sejak diluncurkan pada Agustus 2019. “Meskipun tanpa agunan, pada kenyataannya tidak ada yang macet sehigga Kredit Merdeka ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk membangkitkan ekonomi masyarakat NTT,” kata Riwu Kaho.
Kredit Merdeka ini disalurkan pada pelaku usaha mikro di pedesaan. Melalui Kredit Merdeka, kini mulai membanjir produk dari pedesaan seperti teh kelor, kopi, gula cair, dan aneka kerajinan berkemasan baik dan berstandar mutu tinggi. Bank NTT menggandeng sejumlah pihak untuk memastikan mutu produk UKMK sehingga bisa diserap pasar secara luas.
Peran Pengawasan DPRD NTT
Viktor Mado Watun, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT memberikan apresiasi tinggi atas capaian Bank NTT.
Dia menegaskan, sebagai wakil rakyat, Komisi III secara rutin menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk memantau perkembangan Bank NTT dari waktu ke waktu.
“Secara rutin, RDP itu tiga kali setahun, tetapi bisa sampai 6 kali jika ada informasi yang perlu didalami,” kata politisi dari Fraksi PDIP ini.
Baca juga: Puncak HKAN 2021, Dirjen KSDAE KLHK Jalin Kerja Sama dengan Pemprov NTT
Ia mencontohkan adanya kredit yang dikucurkan senilai Rp100 miliar pada PT Budimas Pundinusa oleh Bank NTR. Kredit sempat mengalami masalah seiring pandemi Covid-19. Namun permasalahan tersebut sudah teratasi dengan dilelangnya agunan kredit.
“Kita mendengar adanya kredit bermasalah dan kita cek ke OJK juga. Namun sekarang sudah teratasi karena asetnya sudah dilelang,” tuturnya.
Viktor Mado Watun menandaskan kredit bermasalah harus segera diatasi. Sebagai wakil rakyat, ia tidak ingin uang rakyat NTT yang ditanamkan di bank NTT tidak terkelola dengan baik.
“Kita mengapresiasi kinerja Bank NTT, saat ini statusnya sudah dinyatakan sehat oleh OJK sehingga bisa menjalankan peran untuk mendorong kemajuan NTT,” pungkas Viktor Mado Watun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tampilan-bank-ntt.jpg)