Sabtu, 2 Mei 2026

Malaka Terkini

Dapur MBG di Malaka Timur Serap Tenaga Kerja Lokal dan Layani 2.700 Penerima Manfaat

Sebanyak 46 karyawan bekerja di dapur MBG tersebut. Seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat lokal

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Para relawan di Dapur MBG Malaka Timur, Malaka sedang sibuk bekerja, Rabu (29/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kehadiran dapur tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi ribuan penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga lokal di wilayah kecamatan itu
  • Saat ini sebanyak 46 karyawan bekerja di dapur MBG tersebut. Seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat lokal
  • Sekitar 30 persen pekerja berasal dari Desa Dirma, sementara sisanya tersebar dari sejumlah desa lain di Kecamatan Malaka Timur

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Kurang lebih dua bulan sejak mulai beroperasi, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat setempat. 

Kehadiran dapur tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi ribuan penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga lokal di wilayah kecamatan itu.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Joni Anosius Ikun, saat ditemui di lokasi dapur pada Rabu (29/4/2026), mengungkapkan saat ini sebanyak 46 karyawan bekerja di dapur MBG tersebut. Seluruh tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat lokal.

Sekitar 30 persen pekerja berasal dari Desa Dirma, sementara sisanya tersebar dari sejumlah desa lain di Kecamatan Malaka Timur. Kondisi ini dinilai memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi warga sekitar.

Menurut Joni, secara umum operasional dapur berjalan lancar. Kendala yang masih dihadapi lebih banyak terjadi pada proses distribusi makanan, terutama akibat kondisi infrastruktur jalan di beberapa titik yang belum memadai. 

Baca juga: Pemkab Malaka Investigasi Longsor di Babotin Selatan, Akses Jalan Vital Segera Diperbaiki

Meski demikian, aktivitas di dalam dapur, mulai dari proses memasak hingga pengemasan makanan ke dalam ompreng, sejauh ini berjalan tanpa keluhan dari para pekerja.

Dapur MBG tersebut kini telah melayani penerima manfaat yang tersebar di enam desa melalui berbagai lembaga pendidikan dan fasilitas kesehatan. Jangkauan pelayanan meliputi 23 Posyandu, 12 PAUD, tujuh sekolah dasar, tiga sekolah menengah pertama, dan dua sekolah menengah atas.

Total penerima manfaat tercatat mencapai 2.700 orang. Mereka terdiri atas pelajar, ibu hamil, balita, serta ibu menyusui yang menjadi sasaran utama program pemenuhan gizi tersebut.

Respon masyarakat terhadap program itu disebut cukup baik. Para pelajar penerima manfaat bahkan sesekali menyampaikan masukan terkait variasi menu makanan yang disajikan. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Selain memberikan manfaat sosial, keberadaan dapur MBG juga turut menggerakkan perekonomian lokal. Kebutuhan bahan baku seperti sayur dan buah dipasok langsung dari petani setempat. 

Para pemasok umumnya mengantar bahan segar ke dapur setiap sore sekitar pukul 17.00 Wita untuk kebutuhan produksi keesokan harinya.

Pantauan di lokasi menunjukkan area dapur tertata rapi dan bersih. Lokasi dapur dipagari seng dengan pengawasan yang cukup ketat.

Pengelolaan dapur berjalan teratur. Sementara makanan yang disiapkan tampak masih segar dan dikemas sesuai standar kelayakan konsumsi. Peralatan memasak serta lingkungan kerja juga terlihat bersih dan tertata.

Di dalam ruang produksi, sejumlah petugas tampak sibuk menyiapkan makanan di beberapa meja kerja berbahan stainless steel. Mereka mengenakan seragam, celemek, penutup kepala, masker, dan sarung tangan selama bekerja. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved