Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Pasca Pandemi Covid-19

kewajiban pokok sudah teratasi dengan penjualan aset yang menjadi jaminan kredit. Sedangkan masalah sisanya

Editor: Rosalina Woso
Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Pasca Pandemi Covid-19
Dok. BPD NTT
Tampilan bank NTT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG-- Bank NTT sejak Juni 2021 dinyatakan berstatus sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status tersebut membuat bank di bawah komando Harry Alexander Riwu Kaho sebagai direktur utama ini bisa memaksimalkan perannya sebagai agen pembangunan guna mendorong kembali ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur usai diterjang badai pandemi Covid-19.

Sementara itu guna terus mendorong sehatnya Bank NTT, Viktor Mado Watun, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTT menegaskan wakil rakyat akan terus melakukan fungsi pengawasan.

Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara rutin dan insidentil, perkembangan Bank NTT akan terus dipantau dan dipacu guna mendorong provinsi di timur Indonesia ini mengejar keteringgalan dengan daerah lain.

Misi memaksimalkan perannya sebagai agen pembangunan disampaikan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho kepada wartawan di Kupang beberapa hari lalu. Sejumlah program diluncurkan untuk memacu ekonomi rakyat NTT bangkit

Baca juga: Realisasi PKB Masih Rendah, Pemprov NTT Kebut Sisa Waktu

“Selain sebagai financial intermediary, kita akan memaksimalkan peran sebagai agen pembangunan,” kata Riwu Kaho, Senin 29 November 2021.

Misi mengedepankan peran pembangunan ditonjolkan mengingat beratnya dampak pandemi Covid-19 bagi rakyat NTT. Dengan pulihnya ekonomi NTT, diharapkan Bank NTT pun bisa menggenjot kinerja di masa-masa mendatang.

Riwu Kaho mengaku upaya menonjolkan peran pembangunan, tentu saja tidak muncul tiba-tiba. Upaya pembenahan sudah dilakukan secara internal sehingga Bank NTT berstatus sehat.

“Kita sudah dinyatakan sebagai bank sehat oleh OJK pada Juni 2021 dari sebelumnya bank cukup sehat,” ungkapnya.

Baca juga: Tanggapan Anggota DPRD NTT Leonardus Lelo Soal Penyitaan Aset Pemprov NTT Oleh Kejati NTT 

Status bank sehat dicapai setelah Bank NTT berhasil menekan rasio kredit bermasalah (NPL-non performing loan). Pada Desember 2020, NPL sebesar 4,8 persen dan terus menurun seiring upaya penanganan.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved