Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Temuan BPK, Pemprov NTT Ajukan Ranperda Penyertaan Modal Bank NTT

pernah terjadi di waktu lalu yang harusnya ditetapkan terlebih dahulu dengan perda dulu sebelum diprogramkan

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) saat menyerahkan RAPBD kepada ketua DPRD NTT, Emi J Nomleni (kanan) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengusulkan  rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penyertaan modal Bank NTT di tahun 2020 yang dilakukan tanpa adanya Perda sebagai dasar hukum.

Hal tersebut yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan NTT dalam laporannya 17 Mei 2021 lalu.

Usulan Ranperda penyertaan modal ini diserahkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam dokumen yang diserahkan kepada Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Senin ini 8 November 2021 kemarin.

Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan nota keuangan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2022 dan empat rancangan peraturan daerah termasuk soal penyertaan modal Bank NTT.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT,  Benediktus Polo Maing, menyebut penyertaan modal ke Bank NTT dan Jamkrida NTT pernah terjadi di waktu lalu yang harusnya ditetapkan terlebih dahulu dengan perda dulu sebelum diprogramkan.

Baca juga: Ini Persyaratan Penerbangan Bagi Penumpang Rute Domestik, Pemprov NTT Tunggu Regulasi Resmi 

"Ini bukan persoalan disengaja tetapi khusus untuk Bank NTT digunakan dari dana cadangan pemerintah yang dikelola Bank NTT dan pada RUPS diarahkan untuk menjadi penyertaan modal di tahun 2020," kata Ben Polo Maing.

Sesuai ketentuan Pasal 78 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, mengamanatkan penyertaan modal Pemerintah Daerah pada BUMD dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah mengenai penyertaan modal daerah.

Sementara tahun anggaran 2020 terdapat penambahan penyertaan modal daerah pada PT. Bank NTT sebesar Rp. 27.545.550.000, yang bersumber dari pembagian dana cadangan PT. Bank NTT yang dikapitalisasi menjadi bagian dari penambahan penyertaan modal daerah.

"Karena itu di RUPS lalu sudah setuju menjadi pernyataan modal tapi harus di-perda-kan maka dibuatkan perda perubahan tentang penyertaan modal sebagai dasar hukumnya yang kapitalisi internal  oleh Bank NTT," ujarnya.

Ia menyebut hal tersebut sangat teknis terkait dana cadangan yang ada setiap tahunnya dikelola Bank NTT.

"Makanya ini menjadi temuan BPK," kata dia.(*)

Berita Pemprov NTT Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved