Berita Kota Kupang

Siswa Terpapar Covid-19 Saat PTM, Segera Tutup Sekolah Untuk Disinfeksi

Sekolah yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diminta segera menutup sekolah jika terdapat siswa yang terpapar Covid-19.

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
Apolonia M Dhiu
Siswa SMP Katolik Adisucipto Penfui Kupang saat PTM di sekolah 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM, KUPANG-Sekolah yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diminta segera menutup sekolah jika terdapat siswa yang terpapar Covid-19.

Sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti skrining kesehatan, pengaturan kapasitas dan jarak antar siswa di sekolah sehingga tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

Mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik dari penularan Covid-19 adalah keharusan.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara hati-hati.

Peringatan ini disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito.

Baca juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka Dokter Gadungan, Ini Pengakuan Anton

Wiku mengingatkan, ditemukannya berbagai kasus positif Covid-19 pada peserta didik di berbagai daerah, harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lain.

Sehingga, kasus serupa tidak terulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

"Oleh karena itu jika ada kasus positif, maka Segera lakukan penutupan sekolah untuk segera dilakukan disinfeksi, pelacakan dan testing kontak erat," Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda Keterangan Pers di Graha BNPB, Kamis 23 September 2021 melalui siaran pers dalam website covid19.go.id, Kamis, 23 September 2021

Selain itu, sekolah harus melakukan evaluasi penerapan pembatasan.

Khususnya terkait penerapan protokol kesehatan seperti skrining kesehatan, pengaturan kapasitas dan jarak antar siswa di sekola sehingga tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan.

Baca juga: Komisaris Independen BRI Memberikan Bantuan Peralatan Melalui Dapur Kelor

"Sekecil apapun angka kasus yang ada jika tidak ditindaklanjuti dengan baik dengan tracing maupun treatment yang tepat maka akan memperluas penularan," tegasnya.

Tak hanya itu, harus perhatikan juga peluang penularan di rumah, perjalanan maupun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Dan pastikan siswa dan tenaga pengajar secara disiplin mematuhi protokol kesehatan saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Disamping itu, menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyatakan per 23 September, dari 47.033 sekolah yang disurvei, hanya 2,77 % sekolah yang menimbulkan kluster kasus selama pembelajaran tatap muka dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved