Breaking News:

Berita Kota Kupang

Ditetapkan Sebagai Tersangka Dokter Gadungan, Ini Pengakuan Anton

AHH alias Anton (35) warga Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU akhirnya angkat bicara setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka praktek d

Penulis: Ray Rebon | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Tersangka Anton sebagai Dokter gigi gadungan saat dibawah ke ruang tahanan usai mengikuti jumpa pers di Mapolresta Kupang Kota. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- AHH alias Anton (35) warga Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU akhirnya angkat bicara setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka praktek dokter gigi gadungan.

Pasalnya anton sebagai seorang mahasiswa lulusan di salah satu perguruan tinggi di Kediri ini telah melakukan praktek sebagai dokter gigi sudah 2 tahun di wilayah TTU maupun Kota Kupang.

Anton usai mengikuti jumpa pers di Mapolresta Kupang Kota siang tadi menyampaikan bahwa dirinya benar melakukan pekerjaan tersebur.

Dia pun menegaskan bahwa selama melakukan pekerjaan tersebut, dirinya tidak pernah memperkenalkan bahwa dirinya berprofesi dokter.

Baca juga: Info PON XX Papua 2021, Cabor Cricket Hari Ini Mulai Dipertandingkan, Ini Daftar Jadwal Lengkapnya

"Benar saya melakukan prakter perbaikan gigi atau memasang gigi, namun saya tidak pernah mengaku sebagai seeorang dokter," tegas Anton

Selain itu, dia menyampaikan bahwa selama proses praktek tersebut, tidak ada seorang dokter pun yang ingin bekerjsama, bagaimana dia harus bekerjasama dengan para dokter.

Dia melanjutkan bahwa, sejak 2004 silam dirinya mulai melaksanakan pekerjaan praktek perbaikan gigi tersebut setelah dirinya lulus dari salah satu perguruan di Kediri.

"Saya mulai kerja praktek perbaikan gigi ini sejak 2004. Jadi, saya berpikir bahwa apa yang dikerjakan ini adalah ilmu saya sendiri, bukan ilmu orang lain," lanjut Anton

Baca juga: Info Sport, Presiden Jokowi Dipastikan Membuka Gelaran PON XX Papua pada 2 Oktober 2021

Dia pun mengakui bahwa dirinya bersalah karena bekerja tanpa diberikan surat izin.

Tapi, menurut dia apa yang selama ini dibuatnya adalah hal yang baik untuk membantu orang, apalagi yang diterapkan ilmunya sendiri bukan ilmu orang lain.

Dia menambahkab bahwa, salah satu korban dari pekerjaannya tersebut bukan mengalami infeksi, melainkan hanya kelebihan bahan dalam perbaikan gigi pasien tersebut.

"Pasien tersebut sebenarnya tidak terjadi infeksi, melainkan hanya kelebihan bahannya saja," tambah Anton. *)

Berita Labuan Bajo Lannya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved