Palsukan Surat Swab Antigen dan PCR, Iis Dahlia Ditangkap Polisi, Hasil Pemeriksaannya Mengejutkan

Iis Dahlia terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya ditangkap menjual surat swab palsu.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Polisi perlihatkan bukti surat swab antigen dan PCR Palsu yang dilakukan Iis Dahlia dan Joko, saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa 27 Juli 2021 kemarin. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA – Iis Dahlia terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya ditangkap menjual surat swab palsu.

Selain Iis Dahlia, polisi juga meringkus Joko karena sama-sama terlibat dalam bisnis jual beli PCR palsu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, Iis Dahlia dan Joko selain menjual surat hasil swab antigen palsu tapi juga PCR palsu.

Kedua oknum ini kini berurusan dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polisi mengatakan, baik Iis Dahlia maupun Joko merupakan komplotan pemalsu surat hasil swab antigen dan PCR di Jakarta.

Baca juga: Pemilik Toko 51 Upayakan Pasien Covid-19 di Lembata Tidak Kekurangan Oksigen Lagi

Keduanya ditangkap polisi di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ketika mereka sedang menunggu pelanggan untuk mengambil surat-surat palsu tersebut.

"Dari penyelidikan didapatkan dua tersangka atas nama J dan atas nama ID," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah saat merilis kasus ini, Selasa 27 Juli 2021 kemarin.

Ketika ditanya soal modus operandi kedua pelaku, Kapolres Andriansyah mengatakan hal mengejutkan.

Disebutkan bahwa, saat melancarkan aksinya, para pelaku mencatut logo sejumlah rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

Baca juga: ANTARA PANDEMI COVID-19 dan MUSIM KEMARAU

Konferensi pers pengungkapan kasus pemalsuan hasil swab antigen dan PCR palsu di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa 27 Juli 2021.

Setelah itu, kedua pelaku memintas identitas diri pelanggannya untuk dicantumkan dalam surat hasil swab antigen dan PCR palsu.

"Dia melakukan cetak format berdasarkan beberapa format yang dimiliki oleh fasilitas kesehatan atau lab kesehatan dari beberapa rumah sakit. Ini ada sekitar 3 rumah sakit, baik itu swasta maupun umum atau negeri," ungkap Azis.

Mantan Kapolres Metro Depok itu menuturkan, para pelaku menjual surat hasil swab antigen dan PCR palsu dengan harga yang beragam.

Baca juga: Satu Pasien Covid-19 di Waingapu Meninggal Dunia

"Untuk swab antigen dijual Rp 200 ribu, kemudian hasil PCR palsu dijual Rp 400 ribu," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved