Berita Lembata
Pembangunan Rumah Relokasi di Lembata Ditargetkan Tuntas 30 November 2021
Perihal tenaga kerja, lanjut Yoling, pihaknya benar-benar memberdayakan tenaga lokal yang ada.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Pembangunan Rumah Relokasi di Lembata Ditargetkan Tuntas 30 November 2021
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Sebanyak 700 rumah baru bagi para penyintas bencana banjir dan longsor Ile Lewotolok ditargetkan tuntas pada tanggal 30 November 2021.
Rumah-rumah tersebut didirikan di lahan relokasi Waesesa, Podu dan Tanah Merah di Kecamatan Ile Ape.
Informasi ini disampaikan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday usai meninjau langsung proses pembangunan rumah tersebut di tiga lahan relokasi yakni Waesesa, Podu dan Tanah Merah, Senin, 26 Juli 2021.
Di Waesesa, kata Wabup Langoday, sebanyak 168 unit rumah sudah didirikan PT Adhi Karya dari total 173 unit rumah.
Sementara di lahan Podu akan dibangun 233 unit rumah. Sisanya dibangun di Tanah Merah.
Baca juga: Tidak Tercium Bau Belerang Dari Uap Panas di Desa Tanjung Batu Lembata
Yoling M, Manajer Konstruksi PT Adhi Karya yang mendampingi Wabup Langoday, berujar pembangunan perumahan tersebut sempat terkendala kebijakan PPKM Mikro yang berlaku di Indonesia khususnya di wilayah Jawa dan Bali.
Dampaknya, distribusi material dan tenaga kerja dari Jawa juga terhambat.
Perihal tenaga kerja, lanjut Yoling, pihaknya benar-benar memberdayakan tenaga lokal yang ada.
"Mudah-mudahan pelaksanaan pembangunannya bisa cepat," katanya.
"Secara teknis tidak ada masalah.
Baca juga: Wabup Lembata : Semua yang Ada Dalam Pemerintahan Kerja Dalam Tekanan, Tidak Ada yang Bahagia
Karena ini berkaitan dengan proyek bencana tanggap darurat.
Bagaimana pun kita akan berupaya program pemerintah ini supaya cepat selesai. Supaya pengungsi cepat dapat rumah dan tidak terlalu lama di pengungsian," pungkasnya. (*)