Berita Lembata

Tidak Tercium Bau Belerang Dari Uap Panas di Desa Tanjung Batu Lembata

di lokasi kejadian, uap panas tersebut tidak lagi kelihatan meski suhu panas di titik uap tersebut cukup tinggi

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Batu, Oscar Ola Langobelen sedang menunjukan kepada wartawan lokasi uap panas yang muncul di desanya. Uap panas ini sempat membuat heboh warga setempat dan warganet. Uap panas ini muncul di bekas jalur banjir bandang akibat siklon tropis seroja pada 4 April lalu.  

Tidak Tercium Bau Belerang Dari Uap Panas di Desa Tanjung Batu Lembata

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA--Uap panas yang muncul di desa Tanjung Batu, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata sempat membuat heboh warga setempat dan warganet. Uap panas ini muncul di bekas jalur banjir bandang akibat siklon tropis seroja pada 4 April lalu. 

Tanjung Batu merupakan satu di antara beberapa desa di Kabupaten Lembata yang berada persis di kaki gunung Api Ile Lewotolok. Hanya berjarak 4 kilometer dari puncak Ile Lewotolok.

Petugas di Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian membenarkan adanya uap panas tersebut. Namun berdasarkan pengamatan mereka, uap panas tersebut tidak mengandung gas belerang.

“Di area tersebut tidak tercium bau gas belerang dan tidak teramati juga asap gas saat di lokasi,” kata Stanislaus kepada wartawan, Senin 26 Juli 2021).

Sementara itu suhu udara di sekitar titik uap panas ini berkisar di 33° Celsius dan suhu uap panas tersebut mencapai 39,1° Celsius.

Baca juga: Kapolres Lembata : Kalau Ada Pengusaha Naikan Harga Barang, Lapor dan Bawa Bukti, Kita Akan Tindak!

Stanis menjelaskan, berdasarkan pengamatan mereka bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, ada dugaan jebakan air saat banjir bandang yang berada di bawah timbunan bebatuan besar.

“(Air) itu kemudian memanas oleh karena bebatuan kemudian menghasilkan uap panas tersebut. Makanya uap air tersebut melewati lubang-lubang yang bisa diterobos. Itu dugaan sementara,” ucap Stanislaus.

Fenomena uap panas di desa Tanjung Batu ini membuat heboh masyarakat setempat bahkan di media sosial.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Batu, Oscar Ola Langobelen, mengatakan, menurut laporan warga, uap panas ini sudah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

Pantauan Pos Kupang, di lokasi kejadian, uap panas tersebut tidak lagi kelihatan meski suhu panas di titik uap tersebut cukup tinggi.

Baca juga: Wabup Lembata : Semua yang Ada Dalam Pemerintahan Kerja Dalam Tekanan, Tidak Ada yang Bahagia

Oscar mengatakan, Pemerintah Desa Tanjung Batu baru mendapatkan laporan kejadian ini setelah heboh di media sosial.

“Dari pemerintah kita tidak ada laporan tentang kejadian ini. Tapi baru tadi ketika mereka kasih naik di media (sosial) baru kita menuju ke lokasi,” kata Oscar.

“Dari kemarin-kemarin memang asapnya keluar. Menurut cerita warga asapnya keluar,” lanjutnya.

Oscar menjelaskan setelah mengetahui kejadian tersebut Pemerintah Desa Tanjung Batu langsung memberikan laporan ke BPBD Kabupaten Lembata dan petugas di PPGA Ile Lewotolok.(*)

Berita Lembata terkini

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved