Berita Manggarai Barat
DPRD Soroti Isoman Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat
kesulitan para isoman adalah mereka sulit mau dapat makan, mau keluar sulit, yang dapat obat itu mereka yang ke rumah sakit
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
DPRD Soroti Isoman Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyoroti isolasi mandiri (isoman) Covid-19 di daerah itu, Senin 26 Juli 2021.
Hal tersebut diungkapkan dalam sidang paripurna dengan agenda Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUA-P) APBD Tahun Anggaran 2021 di Aula Kantor DPRD Kabupaten Mabar.
Anggota DPRD Blasius Janu melontarkan pernyataan bahwa ragu jumlah para isoman yang mencapai sebanyak 1.452 orang apakah dikontrol atau tidak oleh tim satgas Covid-19.
Sebab, lanjut dia, selama ini dirasa bahwa ribuan warga yang menjalani isoman tidak diketahui secara pasti keberadaan dan penanganannya hingga sembuh dari Covid-19.
"Kami sebagai wakil rakyat ditanya terus," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, anggota DPRD dari Partai Golkar, Blasius Jeramun mengatakan, pihaknya menduga jumlah warga yang menjalani isoman lebih banyak dari data yang dipaparkan oleh tim satgas.
Baca juga: Dua Pasien Positif COVID-19 di Kabupaten Manggarai Barat Meninggal
"Selain itu, para isoman ini juga dikucilkan di tengah masyarakat," katanya.
Anggota DPRD dari Partai PDIP, Agustinus Jik menyoroti, sumber data warga yang menjalani isoman.
Menurutnya, data tersebut hanya didapatkan dari tempat pengambilan swab rapit tes antigen di mana menemukan warga yang reaktif, sehingga jumlah isoman menurutnya lebih banyak dari data yang ada.
Di lain sisi, Agustinus juga berpendapat, pasien isoman tidak ditangani dengan baik.
"Mereka memang kena Covid-19, tapi tidak pernah ditangani Dinas Kesehatan, mereka beli obat beli sendiri," katanya.
Baca juga: Bupati Sumba Timur Minta Camat Awasi PPKM Mikro
Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Yosep Suhardi mengatakan, banyak warga yang menjalani isoman, sulit untuk bertahan hidup karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti keluar rumah untuk berbelanja.
"Kami dapat informasi dari masyarakat, kesulitan para isoman adalah mereka sulit mau dapat makan, mau keluar sulit, yang dapat obat itu mereka yang ke rumah sakit, bagaiamana yang isoman di rumah, mereka tidak punya," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/paripurna-dengan-agenda-kebijakan-umum-anggaran-perubahan.jpg)