Minggu, 26 April 2026

Berita Manggarai Barat

DPRD Soroti Isoman Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat

kesulitan para isoman adalah mereka sulit mau dapat makan, mau keluar sulit, yang dapat obat itu mereka yang ke rumah sakit

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
Suasana paripurna dengan agenda Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUA-P) APBD Tahun Anggaran 2021 di Aula Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin 26 Juli 2021). 

Pihaknya juga menyakini, selain penanganan yang kurang untuk kesembuhan pasien yang jalani isoman, ia juga berpendapat, tim satgas tidak memiliki data pasti terkait jumlah warga yang jalani isoman. 

"Saya yakin pemerintah tidak punya data di mana para isoman, rumahnya di mana. Pasti tidak tahu. Lalu yang isoman saya tidak yakin seribu lebih, banyak teman saya tetangga saya banyak yang tidak data," katanya. 

Anggota DPRD dari Partai NasDem, Yopi Widiyanti mengaku pemerintah telah bekerja dengan baik dalam penanganan para isoman di daerah itu.

Baca juga: Jalan Waingapu-Kiritana Sumba Timur Nyaris Putus

 Terkhusus di Kecamatan Lembor, akui Yopi, pihak Dinas Kesehatan sangat responsif. 

"Kalau dikontak, langsung turun ke lokasi. Saya rasa pemerintah telah bekerja dengan maksimal," tegasnya. 

Menurutnya, angka kasus positif Covid-19 semakin tinggi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. 

Terlebih di daerah pedesaan yang saat ini masih sering melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan dan abaikan terhadap protokol kesehatan

"Saya minta Pol PP untuk amankan pesta. Bagaimana kita mau tangani Covid-19 tapi kesadaran kurang," katanya. 

Bupati Manggarai Barat , Edistasius Endi dalam kesempatan itu meminta Kadis Kesehatan, Paulus Mami untuk menjawab sorotan dari para anggota DPRD. 

Baca juga: Pemkab Sumba Timur Koordinasi dengan BWS NT II, Jembatan Gantung Kiritana Putus

Paulus Mami dalam kesempatan itu memaparkan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani isoman hingga Minggu 25 Juli 2021 sebanyak 1.469 orang. 

Pihak dinas, lanjut Paulus, selalu melakukan monitoring dan memberikan obat untuk kesembuhan para pasien yang menjalani isoman. 

"Dari kami sudah laporkan ke pak bupati, kami kirimkan surat ke puskesmas dan laporkan ke pak bupati. Kami berikan vitamin dan kami selalu monitor juga di tempat isoman," katanya. 

Sementara itu, Bupati Mabar, Edistasius Endi menepis anggapan anggota DPRD yang menilai pemerintah tidak memiliki data valid jumlah para isoman di daerah itu. 

"Semua usulan dan masukan kami terima, kami memiliki data isoman by name by address, data dari desa, kelurahan hingga kecamatan," katanya.

Baca juga: Warga Kiritana Sumba Timur Menangis Saat Jembatan Gantung Ambruk

Menurutnya, pemerintah sangat serius dalam penanganan pandemi Covid-19, hal tersebut dapat dilihat dari gencarnya vaksinasi, penganggaran dan komitmen pemerintah menjalan setiap aturan. (*)

Berita Manggarai Barat

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved