Pedagang Ini Ditangkap Polisi Gegara Naikkan Harga Obat, Yusri Yunus Bilang: Yang Bandel Kami Sikat
Seorang oknum pedagang berinisial R yang beralamat di bilangan Jalan Pramuka, Matraman Jakarta Timur, diciduk polisi gegara menaikkan harga obat.
"Akan dilakukan pemantauan di lapangan. Juga terjadi kenaikan harga yang tidak seharusnya, maka akan kami tindak tegas," katanya.
Polisi Amankan 3 Kelompok
Polda Metro Jaya mengamankan tiga kelompok yang tertangkap tangan menimbun obat-obatan dan oksigen.
Keberhasilan mengungkap fakta tersebut setelah polisi bekerja keras menemukan fakta dan mengungkap praktik penimbunan tersebut.
Baca juga: Kamu Harus Tahu, Ini Aturan Baru Perjalanan Penumpang Transportasi Laut di Masa PPKM Darurat
Tindakan tiga kelompok ini sangat disayangkan, karena dilakukan di tengah-tengah suasana darurat covid-19.
Terungkap fakta bahwa kasus penimbunan obat-obatan dan tabung oksigen itu terjadi di wilayah Jabodetabek.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
Dia mengatakan, saat ini Polda Metro Jaya telah mengamankan para penimbun obat-obatan dan tabung oksigen itu.
Baca juga: Temukan Kantor Langgar PPKM Darurat, Anies Baswedan Geram : Ini Soal Nyawa, Bukan Soal Aturan
Setidaknya, lanjut Kapolda Fadli Imran, setidaknya ada tiga kelompok yang tertangkap tangan menimbun obat-obatan dan tabung oksigen.
Meski demikian Fadli Imran tidak membeberkan proses penangkapan dan kronologinya hingga kelompok-kelompok itu dibekuk.
Hanya saja, Kapolda Fadli Imran menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawalan dan pengawasan secara ketat atas distribusi dan penjualan obat-obatan itu.
"Jadi untuk penimbun obat-obatan terkait Covid-19 kita sudah nangkap 3 kelompok baik itu (penimbun) avigan, ivermectin dan tabung oksigen, sekarang sedang diproses," kata Kapolda Fadil kepada awak media, Kamis 8 Juli 2021.
Baca juga: Anies Baswedan Tunjuk-Tunjuk Bos Ray White Indonesia: Ingat Ini Bukan Soal Kerja Tapi Nyawa, Ngerti
Agar setiap masyarakat yang membutuhkan obat dan tabung oksigen dapat terpenuhi dengan baik tanpa kendala.
"Tim juga terus bekerja mulai dari hulunya, dari pabriknya, distributornya kemudian kita kawal sampai kepada toko-toko obat dan apotek-apotek agar tidak ada kebocoran distribusi obat," ucapnya.
Tak hanya itu, mantan Kapolda Jawa Timur tersebut juga pengawalan dan pengawasan yang dilakukan pihaknya itu agar stok obat di masyarakat tetap terjaga.