YPKM dan Kasogi Bangun Sumur Bor Untuk Warga Pusu Kabupaten TTS
sumur bor tersebut akan kita sambungkan ke instalasi air yang sudah kita tahun tahun 2019 lalu tersebut
Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
YPKM dan Kasogi Bangun Sumur Bor Untuk Warga Pusu Kabupaten TTS
Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota
POS-KUPANG. COM, SOE - Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas Soe Berbagi (Kasogi) membangun satu unit sumur bor untuk warga dusun II, Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat.
Keberadaan sumur ini dimaksud untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar.
Ketua YPKM, Sandy Rupidara mengatakan, sumur tersebut dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat dusun II akan air bersih.
Pasalnya selama ini warga setempat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Kabupaten TTS Naik, 96 Kasus, Satu Dirawat di RSUD Soe
Dengan keberadaan sumur tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat sepanjang tahun.
"Pembangunan sumur bor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari proyek pemenuhan kebutuhan air bersih untuk warga dusun II yang sudah mulai kita lakukan ssjak tahun 2019 lalu.
Di tahun 2019, kita membangun jaringan instalasi air bersih sepanjang kurang lebih 7,5 Km untuk memenuhi kebutuhan air bersih 176 kepala keluarga (KK).
Jaringan air bersih tersebut mendistribusikan air dari sumber mata air permukaan.
Baca juga: Lima Hari Pasca Diumumkan, BKPP Kabupaten TTS Belum Terima Berkas Pelamar CPNS dan P3K non Guru
Namun ternyata saat musim kemarau debit air di sumber mata air turun sehingga sebagian masyarakat tidak kebagian air.
Oleh sebab itu kita bangun tambah satu sumur bor dimana nantinya air dari sumur bor tersebut akan kita sambungkan ke instalasi air yang sudah kita tahun tahun 2019 lalu tersebut," ungkap Sandi kepada Pos-Kupang. Com, Selasa, 6 Juli 2021.
Ditanya terkait sumber anggaran pembangunan sumur bor tersebut Sandi mengatakan, pihaknya dibantu beberapa donatur.
Diharapkan, selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, air yang ada juga bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam sehingga bisa meningkatkan pendapatan keluarga.
Baca juga: DPB di Kabupaten TTS Bulan Juni Turun 338 Orang Dibandingkan Bulan Mei, Ini Penyebabnya
"Air yang ada ini jangan hanya dipakai untuk minum, mandi dan cuci saja, tapi harus juga pakai untuk bercocok tanam sehingga ada pendapatan tambahan," pintanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-ypkm-sandy-rupidara-sumur-bor.jpg)