Pemda TTS Tunggak Pembayaran Pajak Kendaraan, Nilainya Hampir Mencapai 1 Miliar

Pemda TTS memberikan contoh yang tak baik untuk masyarakat Kabupaten TTS. Dimana Pemda TTS menunggak pembayaran pajak kendaraan dinas

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kepala BKPP Kabupaten TTS, Johanis Lakapu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM, SOE - Pemda TTS memberikan contoh yang tak baik untuk masyarakat Kabupaten TTS. Dimana Pemda TTS menunggak pembayaran pajak kendaraan dinas.

Tak tanggung-tanggung, sesuai data dari UPT Samsat Kabupaten TTS, ada 1.400 lebih kendaraan dinas atau berplat merah yang saat ini menunggak pembayaran pajak. Total tunggakan pajak yang harus dibayar mencapai hampir Rp 1 Miliar.

" Mayoritas Kendaraan dinas yang menunggak pajak ini didominasi oleh Kendaraan roda dua. Ada yang menunggak pajak ini mulai dari tunggakan 1 tahun hingga 4 tahun. Nilainya berkisar Rp 700 juta sampai Rp 800 juta," ungkap Kepala UPT Samsat Kabupaten TTS, Albert Pairikas saat dikonfirmasi melalui Kasubag TU, Timothy, Kamis 1 Juni 2021.

Pihak Samsat sendiri lanjut Timothy sudah bersurat maupun bertemu langsung dengan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun guna menyampaikan tunggakan pajak kendaraan Pemda TTS tersebut, namun hingga kini tidak ada respon untuk membayar.

Baca juga: Pemda Flores Timur Launching Program Gempar dan Pembayaran Pajak Online

 

"Kami sudah ketemu pak bupati sampaikan persoalan ini tapi belum ada respon. Surat penegasan dari Gubenur juga kita sampaikan tapi memang belum ada respon," ujarnya.

Kepala UPT Samsat Kabupaten TTS, Albert Pairikas berharap pemda TTS bisa segera membayar tunggakan pajak kendaraan plat merah tersebut.

Mengingat sebagian dari hasil pajak tersebut (30 persennya) disetorkan kembali ke kas daerah Kabupaten TTS sebagai PAD.

"Harapan kita Pemda TTS bisa segera membayar kewajibannya. Apa lagi pajak ini sifatnya memaksa," harapnya.

Baca juga: Badan Pendapatan Daerah Sikka Terapkan Pembayaran Pajak Online

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten TTS, Johanis Lakapu mengaku, sudah mendapatkan informasi terkait tunggakan pajak kendaraan dinas tersebut.

Oleh sebab itu, dirinnya telah meminta Kabid aset untuk berkoordinasi dengan UPT Samsat Kabupaten TTS guna meminta data Kendaraan dinas yang menunggak pajak.

Pasalnya, banyak kendaraan plat merah yang sudah diputihkan tapi belum dilakukan balik nama oleh yang menerima Kendaraan pemutihan tersebut. Sehingga di UPT Samsat Kendaraan tersebut masih tercatat sebagai kendaraan dinas.

Selain itu, ada juga kendaraan dinas yang selama ini hanya terparkir karena rusak.

"Kita masih koordinasi untuk minta rincian data kendaraan dinas yang menunggak pajak. Nanti kita lihat lagi, mana yang sudah pemutihan, mana yang selama ini rusak dan mana yang masih beroperasi," terang Lakapu.

Ditanya apakah Pemda TTS akan membayar tunggakan pajak tersebut, Lakapu mengatakan, Pemda TTS akan segera membayar tunggakan tersebut.

"Pasti kita akan bayar tunggakan tersebut," tegasnya.

Ditanya alasan kenapa Pemda TTS menunggak pembayaran pajak, Lakapu mengaku, tidak tahu persis alasannya.

Pasalnya setiap tahun, masing-masing OPD ada anggaran pemeliharaan kendaraan yang salah satu itemnya untuk pembayaran pajak kendaraan dinas.

"Pembayaran pajak kendaraan dinas ini dilakukan oleh masing-masing OPD. Dimana anggarannya masuk di item pemeliharaan kendaraan. Ini yang kita sesalkan kenapa tidak dibayar. Kita akan segera berkoordinasi untuk membayar tunggakan pajak tersebut," pungkasnya. (*)

Berita Kabupaten TTS Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved