Breaking News:

Kasus Covid-19 Masih Fluktuasi - DPRD Sumba Timur Dukung Percepat Vaksinasi

Ketua DPRD Sumba Timur mendorong dan mendukung penuh program percepatan vaksinasi Covid-19

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq 
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Ketua DPRD Sumba Timur mendorong dan mendukung penuh program percepatan vaksinasi Covid-19. Upaya ini didorong mengingat kasus aktif Covid-19 selalu berfluktuasi.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, Jumat 18 Juni 2021.
Menurut Ali Fadaq, program vaksinasi adalah salah satu upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Vaksinasi juga bertujuan memberikan ketahanan atau imun tubuh (herd immunity).
"Pada prinsipnya kami mendukung agar program vaksinasi ini berjalan baik. Percepatan vaksinasi harus dilakukan pemerintah," kata Ali Fadaq.

Baca juga: Rektor Unwira Lantik 24 Pejabat Struktural 

Baca juga: Satgas Covid-19 : Vaksin di Indonesia Miliki Efektivitas Tinggi

Dijelaskan, vaksinasi saat ini masih ditujukan pada pelayan publik, yakni tenaga pendidik ASN, lansia. Karena itu perlu ada percepatan pelaksanaan vaksinasi.
Dikatakan,jika dibandingkan dengan daerah misalnya, Kota Kupang yang sasaran atau pencapaian vaksin sudah cukup tinggi.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ayub Tay Paranda mengatakan, pemerintah juga harus fokus melakukan vaksinasi.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Sabtu 19 Juni 2021: Aries Banyak Ide, Cancer Hati-hati, Virgo Jangan Panik

Baca juga: Menag Keluarkan SE : Kegiatan Keagamaan di Daerah Zona Merah Dihentikan

"Vaksin ini baik, karena itu kita dorong agar ada percepatan vaksinasi," kata Ayub.
Sebelumnya, Pemerintah Sumba Timur menargetkan sasaran vaksin di wilayah itu sebanyak 135.936 orang. Jumlah itu adalah masyarakat dengan kategori usia 18 - 59 tahun, termasuk lansia.
Untuk diketahui hingga Sabtu (8/5/2021), total kasus positif Covid-19 di Sumba Timur sebanyak 1.553 kasus dengan rincian 1.422 kasus telah sembuh, 81 kasus dalam perawatan dan 50 kasus meninggal dunia. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved