Breaking News:

Satgas Covid-19 : Vaksin di Indonesia Miliki Efektivitas Tinggi

kegiatan vaksinasi ini dapat melaksanakan proses KBM ujian akhir untuk dapat bergabung dalam proses vaksinasi.

Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Situasi vaksinasi covid-19 bagi para mahasiswa dan dosen dari kampus UPG 1945, Kamis 17 Juni 2021. 

Vaksin itu disebut masih efektif untuk melindungi masyarakat dari varian virus Delta yang berasal dari India atau B.1.617.2.

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Efektivitas vaksin Covid-19 yang dimiliki Indonesia melebihi 50 persen

Penegasan ini sampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut bahwa vaksin virus corona yang kini dimiliki Indonesia mempunyai efektivitas tinggi.

Vaksin itu disebut masih efektif untuk melindungi masyarakat dari varian virus Delta yang berasal dari India atau B.1.617.2.

"Apakah vaksin yang ada di sini memiliki efektivitas yang masih tinggi atau tidak? Tentunya secara keseluruhan, sekarang masih memiliki," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa 15 Juni 2021

Baca juga: Menag Keluarkan SE : Kegiatan Keagamaan di Daerah Zona Merah Dihentikan

Baca juga: Satgas Covid-19: Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Terus Dilakukan, Di Kupang Warung Langgar Prokes

Namun demikian, kata dia, pada prinsipnya setiap virus pasti akan mengalami mutasi dalam rangka mempertahankan diri. Proses mutasi itu bisa berlangsung terus menerus apabila potensi penularannya masih tetap terjadi.

Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa vaksin betul-betul bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity bagi masyarakat.

"Tentunya penelitian lebih lanjut harus selalu dilakukan dimonitor agar betul-betul vaksin yang digunakan adalah memang vaksin yang efektif," ujar Wiku.

Wiku pun membenarkan bahwa varian virus B.1.617.2 kini cukup banyak ditemukan di berbagai daerah di Tanah Air, seperti Kudus dan Bangkalan.

Namun, ia menyebut, proses whole genome sequencing atau surveilans untuk mengetahui sebaran varian virus belum dapat dilakukan di seluruh wilayah nusantara.

Baca juga: 109 Umat Paroki St Yoseph Naikoten Divaksin Covid-19

Baca juga: Perawat di Ende Berani Akui Lalai Hingga Terpapar Covid-19, Kapolres Dorong Jadi Duta Prokes

Baca juga: AS Perintahkan Musnahkan 60 Juta Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved