Breaking News:

Menag Keluarkan SE : Kegiatan Keagamaan di Daerah Zona Merah Dihentikan

surat edaran, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah

Editor: Hermina Pello
Youtube/Tribunpontianak
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menag Keluarkan SE, Kegiatan Keagamaan di Daerah Zona Merah Dihentikan 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran untuk menjadi pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah.

Surat Edaran (SE) ini guna membantu mengatasi penyebaran Covid-19. Karena penyebaran Covid-19 dalam waktu satu bulan terakhir ini telah meningkat tajam di berbagai daerah dan juga dibarengi dengan munculnya varian baru.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah itu, Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 12 di Kabupaten Sumba Timur

Baca juga: Perawat di Ende Berani Akui Lalai Hingga Terpapar Covid-19, Kapolres Dorong Jadi Duta Prokes

Baca juga: Polres Manggarai Timur Gelar Apel Bersama Bhabinkamtibmas dan Komunitas Penyitas Covid-19

“Saya telah menerbitkan surat edaran, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah,” ujar Menag Rabu (16/6) dilansir dari laman Setkab.

Menag menjelaskan, kegiatan keagamaan di daerah Zona Merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah Zona Merah dan Zona Oranye sampai dengan kondisi memungkinkan,” ujarnya.

Menag menandaskan, kegiatan peribadatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Baca juga: Polres Ende Ende Bentuk Komunitas Mantan Pasien Covid-19 Jadi Duta Protokol Kesehatan, Ini Alasan

Baca juga: Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan, Tim Satgas Covid-19 SBD Datangi Sekolah-Sekolah

Baca juga: Indonesia Mulai Tuai Kenaikan Kasus Covid-19 Tembus 100 Ribu, Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Untuk teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengatur hal tersebut melalui SE Menag Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Kepada jajarannya di tingkat pusat, Menag juga minta untuk melakukan pemantauan pelaksanaan surat edaran ini secara berjenjang. Demikian juga para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan melakukan pemantauan.

Baca juga: Polres Manggarai Timur Gelar Apel Bersama Bhabinkamtibmas dan Komunitas Penyitas Covid-19

Baca juga: Antisipasi Varian Baru Covid-19 --DPRD Sumba Timur Minta Perketat Pengawasan di Pintu Masuk

“Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat,” tegasnya

berita lain terkait covid-19

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul 
Menag Yaqut: Kegiatan keagamaan di zona merah Covid-19 dihentikan

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved