Breaking News:

Opini Pos Kupang

Peluang dan Tantangan Bonus Demografi Indonesia

Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara maju di ASEAN, ASIA bahkan juga dunia setelah tahun 2030

Editor: Kanis Jehola
Peluang dan Tantangan Bonus Demografi Indonesia
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Indonesia akan menghadapi momok yang sangat menakutkan bila salah menentukan langkah antisipasi terhadap peluang bonus demografi ini. Bukan mustahil akan menghadapi kenyataan antara lain; pertama, akan terjadi ledakan pengangguran karena lapangan kerja yang tersedia tidak bisa menampung semua tenaga kerja produktif.

Kedua, angka kemiskinan akan meningkat tajam karena pendapatan mayoritas penduduk mengalami penurunan drastis. Ketiga, angka kriminalitas akan menanjak sangat tajam, seperti prostitusi, pemalakan, perampokan, pencurian dan lain sebagainya.

Keempat, bila kondisi ekonomi di negara-negara lain di dunia relatif baik maka akan terjadi migrasi besar-besaran tenaga kerja produktif Indonesian ke luar negeri untuk mencari peluang kerja. Kelima, bisa juga terjadi gangguan pertahanan dan keamanan dengan terjadinya demonstrasi besar-besaran dari rakyat yang menuntut pemerintah agar menyediakan lapangan kerja.

Dikuatirkan demonstrasi-demonstrasi tersebut mengusung tema "revolusi sosial" yang bisa menjalar ke isu-isu politis. Hal ini tentunya mengganggu pertahahan dan keamanan negara.

Keenam, kondisi ini dapat saja menjadi peluang emas bagi negara lain di dunia untuk memperkuat hegemoni ekonomi dan politiknya di Indonesia sekaligus melemahkan posisi Indonesia di kancah ekonomi dan politik global.

Agar bonus demografi ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum tepat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju setelah tahun 2030 nanti maka berbagai hal perlu dilakukan sejak sekarang seperti pembangunan infrastruktur perhubungan secara luas dan merata di seluruh wilayah Indonesia terutama infrasturktur darat, laut dan udara. Dengan demikian distribusi barang dan jasa dari satu daerah ke daerah lainnya menjadi lancar.

Selain itu, pembangunan infrastruktur listrik (PLN), telekomunikasi dan jaringan internet yang merata dan berkualitas. Perluasan jangkauan layanan kesehatan agar dapat menciptakan generasi yang sehat, unggul dan tangguh secara fisik.

Juga menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan jalan merevisi semua peraturan perundang-undangan yang dinilai berbelit-belit, memperpanjang birokrasi, membingunkan dan tidak menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha (investor).
Pemerintah juga harus merangsang hadirnya jenis usaha baru, termasuk industri rumah tangga dan UKM, lewat berbagai kebijakan pemerintah dalam hal perizinan dan perpajakan yang tidak membebankan pelaku usaha.

Menginventarisasi dan memetakan potensi sumberdaya alam yang belum pernah digarap untuk ditawarkan kepada pelaku usaha/investor dalam dan luar negeri agar dapat dikembangkan.

Pemerintah dan pelaku usaha harus semakin intens melakukan lobi-lobi politik dan bisnis baik di dalam maupun di luar negeri guna menggaet minat investor untuk menanamkan modal dan mengembangkan usahanya di Indonesia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved