Opini Pos Kupang
Peluang dan Tantangan Bonus Demografi Indonesia
Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara maju di ASEAN, ASIA bahkan juga dunia setelah tahun 2030
Agar bonus demografi ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum tepat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju setelah tahun 2030 nanti maka berbagai hal perlu dilakukan sejak sekarang seperti pembangunan infrastruktur perhubungan secara luas dan merata di seluruh wilayah Indonesia terutama infrasturktur darat, laut dan udara. Dengan demikian distribusi barang dan jasa dari satu daerah ke daerah lainnya menjadi lancar.
Selain itu, pembangunan infrastruktur listrik (PLN), telekomunikasi dan jaringan internet yang merata dan berkualitas. Perluasan jangkauan layanan kesehatan agar dapat menciptakan generasi yang sehat, unggul dan tangguh secara fisik.
Juga menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan jalan merevisi semua peraturan perundang-undangan yang dinilai berbelit-belit, memperpanjang birokrasi, membingunkan dan tidak menciptakan kepastian hukum bagi pelaku usaha (investor).
Pemerintah juga harus merangsang hadirnya jenis usaha baru, termasuk industri rumah tangga dan UKM, lewat berbagai kebijakan pemerintah dalam hal perizinan dan perpajakan yang tidak membebankan pelaku usaha.
Menginventarisasi dan memetakan potensi sumberdaya alam yang belum pernah digarap untuk ditawarkan kepada pelaku usaha/investor dalam dan luar negeri agar dapat dikembangkan.
Pemerintah dan pelaku usaha harus semakin intens melakukan lobi-lobi politik dan bisnis baik di dalam maupun di luar negeri guna menggaet minat investor untuk menanamkan modal dan mengembangkan usahanya di Indonesia.
Membuat kebijakan impor/ekspor yang menggairahkan bagi berbagai jenis kelompok usaha.
Tak hanya itu, juga mendukung, membina dan mendampingi perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan vokasi guna mempersiapkan dan menghasilkan tenaga kerja yang dapat menerapkan keahlian dan keterampilan di bidangnya masing-masing (teknologi, wirausaha, seni) serta siap kerja dan mampu bersaing secara global.
Pemerintah diharapkan mengalokasikan dana yng cukup kepada penyelelenggara program pendidikan vokasi termasuk dalam bentuk beasiswa agar dapat meningkatkan partisipasi belajar bagi anak-anak cerdas dari keluarga yang kurang mampu.
Memperbanyak pendidikan nonformal berupa sanggar pelatihan, lembaga kursus, balai latihan kerja untuk menampung dan melatih lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi agar menjadi tenaga kerja yang berketerampilan tinggi dan siap bekerja terutama dalam sektor industri dan jasa.
Mencitptakan kestabilan politik dan keamanan nasional yang baik agar menyediakan situasi yang kondusif bagi pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.
Kenyataan sudah di hadapan kita dan keputusanpun ada di tangan kita pula. Bonus demografi bisa jadi peluang emas yang menguntungkan atau malah menjadi momok yang sangat menakutkan, sangat tergantung pada keputusan yang diambil hari ini. Bangsa yang menguasai masa depan adalah bangsa yang mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi sedini mungkin. Salam Sehat! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketika-jokowi-menjenguk-korban-bencana.jpg)