Sabtu, 30 Mei 2026

Opini Pos Kupang

Menggugah Spiritualitas Di 'Bulan Baik' Dalam Pandemi Covid-19

Bulan Mei Tahun 2021 sangatlah istimewa. Saat memasuki bulan Mei, puasa bulan Ramadhan tengah dijalankan oleh Umat Islam

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Berasal dari lebar, artinya lapang dadanya, zakat fitrahnya terbayar, dan pintu ampunan terbuka lebar.Leburan bermakna melebur. Kata itu menjadi penyejuk bahwa dosa-dosa manusia selama ramadhan luluh di hadapan Allah SWT.

Ini juga menjadi makna dari saling silang maaf antara dari kita. Mohon maaf lahir dan batin, jiwa dan raga, hingga asa dan rasa.

Luberan bermakna melimpah. Berasal dari kata luber artinya melimpah. Dalam artinya, kita melimpahkan rasa maaf kita kepada orang yang memohon maaf, dan begitupun sebaliknya.

Luberan juga merupakan simbol sedekah yang mewujud dari zakat.Laburan bermakna pemutihan diri. Kata Laburan berasal dari kata labur atau kapur. Kapur adalah putih, ini saat nya momen untuk pemutihan diri. Maknanya agar manusia menjaga kesucian lahir dan batin dalam dirinya di hari yang Fitri.

Spirit Kenaikan Isa Almasih

Perayaan Kenaikan Isa Almasih dikenal sebagai Kamis Kenaikan, Kamis Kudus, atau Hari Kenaikan, memperingati Kenaikan Yesus ke surga. Hari tersebut merupakan salah satu perayaan ekumenis dari gereja-gereja Kristen.Ada dua pesan iman dari Kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Pertama yaitu agar mereka yang beriman tidak perlu takut dan khawatir sebagai perpanjangan Tuhan melanjutkan karya-karya-Nya.

Kenaikan Yesus ke surga memperkokoh keyakinan bagi umat Kristiani bahwa Tuhan hidup. Dengan demikian, umat Kristiani tidak perlu takut karena Yesus berjanji tidak akan pergi dan akan terus menyertai mereka yang beriman.

Pesan kedua adalah agar senantiasa bersukacita dan semangat melayani bahkan di kehidupan yang penuh penderitaan. Ini karena Tuhan selalu ada bersama umat di masa yang paling sulit sekalipun.

Selain itu, Hari Kenaikan Isa Almasih juga mengajarkan kepada manusia agar tidak hanya hidup dalam kenikmatan duniawi, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual.

Spirit Waisak

Hari Raya Waisak dikalangan umat Buddha sering disebut dengan hari raya Trisuci Waisak. Disebut demikian karena pada hari Waisak terjadi tiga peristiwa penting, yakni kelahiran Pangeran Sidhartha Gautama, tercapainya penerangan sempurna oleh Pertapa Gautama, dan mangkatnya sang Buddha Gautama.

Tiga kejadian tersebut yakni kelahiran, penerangan, kematian, terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.

Biasanya pada hari Waisak, umat Buddha merayakannya dengan pergi ke wihara dan melakukan ritual puja-bhakti. Tujuan ritual puja-bhakti adalah untuk mengingat kembali ajaran sang Buddha, meneladan perilaku sang Buddha dan melaksanakan ajaran agama Buddha.

Bagi umat Buddha, hal tersebut berarti menaati peraturan moral, seperti menghindari pembunuhan makhluk hidup, mencuri, berbuat asusila, berbohong dan mabuk-mabukkan.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved