Breaking News:

Opini Pos Kupang

Menggugah Spiritualitas Di 'Bulan Baik' Dalam Pandemi Covid-19

Bulan Mei Tahun 2021 sangatlah istimewa. Saat memasuki bulan Mei, puasa bulan Ramadhan tengah dijalankan oleh Umat Islam

Editor: Kanis Jehola
Menggugah Spiritualitas Di 'Bulan Baik' Dalam Pandemi Covid-19
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh: Alfons Bunga Naen dan Theresia Wariani (Dosen FKIP Universitas Katolik Widya Mandira)

POS-KUPANG.COM - Bulan Mei Tahun 2021 sangatlah istimewa. Saat memasuki bulan Mei, puasa bulan Ramadhan tengah dijalankan oleh Umat Islam. Bagi penganut agama Katolik,sepanjang bulan Mei akan dipenuhi dengan senandung lagu Maria dan doa Rosario.

Pada tanggal 13 Mei, umat Islam merayakan Hari Raya Iedul Fitri. Pada hari yang sama, umat Katolik merayakan Hari Raya Kenaikan Isa Almasih. Pada hari Rabu, 26 Mei, umat yang beragama Budha merayakan hari Raya Waisak. Maka, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa bulan Mei ini adalah "Bulan Baik".

Bulan Mei penuh dengan nuansa spiritual. Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk mengasah sikap spiritual dalam keseharian kita. Sikap spiritual adalah sikap yang berhubungan dengan beriman dan bertakwa. Diperlukan kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan spiritual.

Kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang untuk mendengarkan hati nuraninya, baik buruk dan rasa moral dalam caranya menempatkan diri dalam pergaulan.

Baca juga: 3 Tahun Traffic Light Kota Waikabubak Rusak

Baca juga: Kode Redeem FF Hari Ini 8 Juni 2021, Segera Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru

Kecerdasan spiritual adalah kemampuan yang berpusat pada suara hati nurani manusia yang mampu mengarahkan manusia ke jalan yang dikehendaki Tuhan sehingga manusia mampu menghadapi dan memecahkan berbagai persoalan hidupnya.

Spirit Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan momentum introspeksi diri, memperbaiki diri, merestart diri. Puasa menghadirkan ruang untuk merenung. Saat berpuasa ada baiknya kita berupaya tidak melakukan segala hal yang dapat membatalkan puasa.

Kita berupaya menjauhkan diri dari segala sifat buruk dan sesuatu yang diikuti nafsu. Dengan berpuasa, kita akan semakin tahu siapa sebenarnya diri kita. Kita merekap dan merekam pelajaran apa saja yang dapat kita petik selama setahun.

Saat Ramadhan, ada baiknya kita merefleksi diri, membuat check list untuk diri, misalnya tentang berbudi luhur dan ketangguhan. Kita dapat membuat`grafik energi aktivasi' yang menganalogikan 'pembiasaan' berbuat baik, agar tidak memerlukan energi terlalu tinggi lagi untuk berbuat baik kembali di waktu yang akan datang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved