Opini Pos Kupang
Dampak Badai Seroja Terhadap Pembelajaran Online Mahasiswa
Badai Siklon Tropis Seroja yang baru-baru ini melanda sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi NTT
Sebagaimana dikatakan dalam sambutannya pada saat pelantikan BLM, BEM dan HMP dilingkup FKM Undana (28/4), Dekan FKM Undana mengatakan diantara 80 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan online hanya 30 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan via aplikasi pembelajaran google meet karena jaringan yang belum stabil pasca siklon tropis seroja.
Tak bisa dipungkiri bahwa perkuliahan yang dilakukan secara online sangatlah tidak efektik karena beberapa pertimbangan. Yang pertama, perkuliahan online kurang efektif dalam membantu mahasiswa menyerap ilmu yang disampaikan.
Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan akses dan kurang intensnya komunikasi antara mahasiswa dan dosen sebagai tenaga pendidik.
Alasan lainnya adalah perkuliahan online memberi efek jenuh yang lebih besar bagi mahasiswa karena setiap hari harus berhadapan dengan handphone atau laptop sebagai media pembelajaran dan tidak bisa berkomunikasi langsung dengan dosen dan teman-teman sesama mahasiswa.
Akibat terjadinya badai seroja, mahasiswa juga terbebani oleh gangguan jaringan internet yang seringkali terjadi, khususnya didaerah terdampak.
Mau tidak mau, mahasiswa harus berjuang ekstra, berjuang untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan baik, dan juga berjuang untuk bisa sampai ditempat- tempat tertentu di daerah tempat tinggal mereka yang jaringan internetnya cukup stabil.
Akan ada respon yang berbeda- beda dari tiap mahasiswa dalam mengatasi hal ini yang tentunya akan berpengaruh pada proses perkuliahan kedepannya.
Yang pertama, akan ada mahasiswa yang dengan sadar dan penuh ambisi, berjuang mengatasi keterbatasan tersebut, misalnya dengan rela menempuh jarak yang jauh sekalipun untuk bisa tetap megikuti perkuliahan.
Golongan mahasiswa ini yang kemudian akan terus maju sambil menunggu keadaan membaik. Namun, ada golongan lainnya yang cenderung apatis dan tidak mau berjuang.
Pada akhirnya, golongan ini akan kesusahan menyesuaikan diri dengan kecepatan mahasiswa lain yang akhirnya berdampak buruk bagi proses perkuliahan ke depannya.
Seburuk- buruknya masalah yang dihadapi, tentu ada jalan keluarnya. Semua tergantung bagaimana kita jeli melihat peluang yang ada dan mau berusaha.
Untuk itu, selama pembelajaran/perkuliahan daring diharapkan pengertian juga kerja sama serta kesepakatan diantara Dosen dan mahasiswa yang tentunya menguntungkan kedua belah pihak, sehingga segala kegiatan pembelajaran/perkuliahan daring dapat berjalan dengan baik dan optimal seperti sebelumnya sampai situasinya kembali normal.
Bencana Badai Seroja mengajarkan kita untuk selalu waspada terhadap bencana yang datang secara tiba-tiba, karena sejatinya kita tidak pernah tahu kapan bencana itu akan datang menghampiri kita dan seperti apa dampak yang diakibatkan olehnya.
Untuk itu, kedepannya kita tetap harus waspada dan selalu siaga terhadap bencana yang datang.
Identitas Penulis:
Nama: Angelina Merici Jeniut
Jurusan: Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP)
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Nusa Cendana (UNDANA) (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dampak-badai-seroja-terhadap-pembelajaran-online-mahasiswa.jpg)