FPI Tak Bisa Berkutik, Polisi Ungkap Fakta Baru, Bubuk Putih di Markas FPI Ternyata Bahan Peledak

Satu per satu kasus dibalik penangkapan eks Sekum FPI Munarman kini mulai terkuak. Fakta baru menyebutkan, bahwa di markas FPI itu ada bahan peledak.

Editor: Frans Krowin
Warta Kota.com
Polri memastikan bubuk putih yang ditemukan di bekas markas Front Pembela Islam (FPI), Petamburan, Jakarta Pusat, usai penangkapan Munarman, bukan pembersih WC. 

"Ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak, yang mirip dengan yang ditemukan di Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu."

"Ini akan didalami oleh Puslabfor tentang isi dari kandungan cairan tersebut."

"Penggeledahan masih terus dilakukan," paparnya.

Munarman ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di kediamannya di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, sekitar pukul 15.30 WIB.

Informasi ini dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Argo juga membenarkan Munarman ditangkap karena terkait dugaan tindak pidana terorisme.

"Iya benar (informasi Munarman ditangkap)," kata Argo saat dikonfirmasi, Selasa 27 April 2021.

Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Bereaksi Keras Jokowi Legalkan Investasi Miras, Aziz Yanuar: Induk Maksiat

Baca juga: Terungkap Begini Reaksi Istri Munarman Saat Pengacara Rizieq Shihab Itu Ditangkap, Bikin Syok

Kantor DPP FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat 11 Desember 2020. Saat ini Indonesia dihebohkan tentang kedatangan staf kedubes Jerman ke Markas FPI. Yang bersangkutan merupakan anggota Badan Intelijen Jerman.
Kantor DPP FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat 11 Desember 2020. Saat ini Indonesia dihebohkan tentang kedatangan staf kedubes Jerman ke Markas FPI. Yang bersangkutan merupakan anggota Badan Intelijen Jerman. (Warta Kota.com)

Salah satu kuasa hukum Rizieq Shihab itu diduga terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan, Munarman diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme di tiga daerah sekaligus.

"Jadi terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan. Jadi ada tiga tersebut," papar Ahmad di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 27 April 2021.

Untuk kasus baiat teroris di Makassar, kata dia, mereka merupakan jaringan kelompok teroris JAD. Jaringan ini biasa dikenal terafiliasi dengan ISIS.

"Baiat itu yang di Makassar itu yang ISIS. Kalau UIN Jakarta dan Medan belum diterima," jelasnya.

Munarman lantas dibawa menuju Polda Metro Jaya untuk menggali keterangan lebih lanjut.

"Yang bersangkutan saat ini akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya. (Igman Ibrahim)

Berita Terkait Lainnya Ada Di Sini

(*)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Polisi Pastikan Bubuk Putih di Markas FPI Bahan Peledak, Aziz Yanuar: No Comment

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved