Breaking News:

Bencana Alam NTT

Pemprov NTT Segera Desain Kebijakan Pembangunan Pasca Bencana

semangat dan optimisme pada masyarakat yang berdampak secara sosial ekonomi akibat bencana yang baru terjadi

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Tribunnews.com
Viktor Laiskodat dan Yosef Naesoi saat dilantik Jadi Gubernur NTT 

Pemprov NTT Segera Desain Kebijakan Pembangunan Pasca Bencana

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Bencana Siklon Tropis Seroja yang menerjang Provinsi NTT sejak Sabtu, 3 April 2021 lalu telah meninggalkan luka dan korban. Tak hanya itu, beberapa wilayah yang terdampak parah juga luluh lantak. 

Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur serta wilayah Ile Ape dan Ile Ape Barat di Kabupaten Lembata, juga sebagian wilayah Pantar di Kabupaten Alor porak poranda akibat banjir bandang yang dipicu Siklon Tropis Seroja. Demikian pula wilayah Malaka, TTU dan TTS di Pulau Timor serta Sumba Timur dan Sabu Raijua. 

Selain banjir bandang dan banjir rob, puncak badai juga menerjang Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Juga menerjang kembali Sabu Raijua, Rote Ndao dan Sumba Timur. 

Akibatnya banyak fasilitas publik rusak, jaringan listrik dan telekomunikasi mengalami gangguan serta areal pertanian dan peternakan juga tidak terselamatkan. 

Baca juga: Pacu Petani Tanam Jagung, Gubernur NTT Janji Bangun Pakan Ternak di Sumba Tengah

Viktor Laiskodat dan Yosef Naesoi saat dilantik Jadi Gubernur NTT
Viktor Laiskodat dan Yosef Naesoi saat dilantik Jadi Gubernur NTT (Tribunnews.com)

Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT mencatat 29 kabupaten dan Kota Kupang terkena dampaknya. Bencana juga menyebabkan sebanyak 181 warga meninggal dunia, 47 warga hilang dan 225 warga lainnya luka luka hingga Jumat 16 April 2021 sore. 

Sementara itu, sebanyak 1.023 KK (4.182 orang) yang masih bertahan di Posko Penampungan dan 6.276 KK (43.425 orang) yang mengungsi di luar posko diantaranya di rumah keluarga. Jumlah itu berkurang dari data awal jumlah pengungsi sebanyak 7.825. kK (58.914 orang). Bencana juga menyebabkan sedikitnya 127.414 KK (448.525 orang) terdampak. 

TINJAU LOKASI -- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, turun bersama meninjau korban badai seroja di sejumlah titik pengungsian, Senin (12 April 2021).
TINJAU LOKASI -- Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, turun bersama meninjau korban badai seroja di sejumlah titik pengungsian, Senin 12 April 2021. (Doc Prokompim Kota Kupang)

Rumah warga yang rusak berat mencapai 14.882 unit, rusak sedang mencapai 12.865 unit dan rusak ringan mencapai 43.069 unit dengan total 70.796 unit rumah terdampak. Bencana juga menyebabkan 2.297 fasilitas publik rusak baik itu fasilitas pemerintah, fasilitas pendidikan, fasilitas agama dan fasilitas umum lain. 

Oleh karena itu, Juru Bicara Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Seroja NTT, Ardu Jelamu Marius mengatakan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah bersama dengan BNPB dan Kementerian berkoordinasi untuk mendesain kembali kebijakan-kebijakan pembangunan pasca bencana. 

Baca juga: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Beri Apresiasi PLN UPW NTT

Desain kebijakan pembangunan itu, kata dia, akan diimplementasikan pada tahun mendatang berkaitan dengan dampak sosial dan ekonomi akibat bencana.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved