Breaking News:

Pasca Bencana Alam NTT

Penegasan Gubernur NTT di Sabu Raijua: Pasca Bencana, Program Pembangunan Harus Tetap Dilaksanakan

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengharapkan agar masyarakat tetap optimis dalam menghadapi dampak bencana Siklon Tropis Seroja yang melanda

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Istimewa
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat meninjau Kabupaten Sabu Raijua pada Selasa (13/4) usai bencana Siklon Tropis Seroja meluluhlantakkan wilayah itu. 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat mengharapkan agar masyarakat tetap optimis dalam menghadapi dampak bencana Siklon Tropis Seroja yang melanda NTT. Implementasi program pemerintah sesuai potensi wilayah tetap harus segera dilaksanakan. Demikian ditegaskan Viktor Laiskodat saat mengunjungi Kecamatan Haumehara, Kabupaten Sabu Raijua, Selasa (13/4).

Gubernur Viktor Laiskodat dalam rilis yang diterima Pos Kupang menyebut, pembangunan khususnya pertanian tetap harus dilaksanakan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Dinas Pertanian harus menyiapkan tim untuk melaksanakan penanaman benih padi dalam bulan ini. Demikian pula benih rumput laut agar bisa diusahakan lagi .

"Bulan ini masih ada air, segera kita tanam lagi. Siapkan timnya di Dinas Pertanian, kemudian rumput laut kita siapkan benihnya sehingga 45 hari kedepan kita bisa panen," kata Gubernur Viktor Laiskodat sebagaimana rilis.

Ia menyebut, persoalan persoalan pasca bencana dapat ditangani melalui dukungan Pemerintah pusat. Helikopter dan pesawat Caravan BNPB dapat digunakan hingga 4 Mei 2021, selain untuk keperluan distribusi logistik, tapi juga dapat digunakan untuk distribusi benih jagung, padi, rumput laut, pupuk dan kebutuhan lainnya dan direncanakan dengan baik.

Menurutnya, badai yang terjadi di NTT  telah berulang dua kali. Karena itu perlu antisipasi dengan kebijakan mitigasi yang lebih mementingkan keselamatan masyarakat.

"Tentunya momentum seperti ini, kita belajar, kedepannya agar konstruksi bangunan kita tahan gempa dan bencana. Sehingga ketika terjadi bencana, kita siap dan tidak terkena masalah serius sebagaimana yang terjadi di negara maju," kata dia.

Viktor menyebut, badai di NTT pertama kali terjadi pada tahun 1973 di kabupaten Sikka yang menelan korban yang cukup banyak. Pada 2021, badai terjadi lagi di wilayah NTT. Menurutnya, kedepan harus ada desain standar bangunan tanggap bencana. 

Baca juga: Bupati Lembata Tinjau Lokasi Relokasi di Moting Hurung Wai Esa Desa Waowala

Gubernur Viktor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Sabu Raijua yang melayani masyarakat dengan cukup baik. 

"Pelayanan terhadap masyarakat yang sudah cukup baik ini perlu ditingkatkan karena kita tidak urus badai saja. Tapi masih ada badai kemiskinan dan badai kebodohan yang sampai saat ini masih tetap menghantui kita," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved