Loka POM Ende Kembali Sita Krupuk Diduga Mengandung Boraks, Ini Jenis Baru
Loka POM Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur ( NTT) kembali menyita krupuk di Ende yang diduga mengandung boraks
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Loka Pengawasan Obat dan Makanan ( Loka POM) Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur ( NTT) kembali menyita krupuk di Ende yang diduga mengandung boraks, Kamis (15/4/2021).
Krupuk yang disita sebanyak 17 bal dari sejumlah pedagang. Krupuk tersebut saat ini diamankan di gudang Kantor Loka POM Ende.
Plt. Loka POM Ende, Beni Hendrawan kepada POS-KUPANG.COM, di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021) menerangkan, krupuk yang disita tersebut jenis baru antara lain krupuk bawang, krupuk tahu dan kedelai.
Lanjutnya hingga saat ini, belum diketahui merk dan produsen krupuk tersebut, karena tidak ada label apapun di kemasan. "Kemasannya polos," kata Beni Hendrawan.
Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat Tanam Jagung Di Tanamodu Dan Panen Padi Di Wailawa, Sumba Tengah
Baca juga: Pekan Ini Ahok Diprediksi Jadi Menteri Investasi, Fadhli Harahab Bilang Begini: Kayanya Dia Cocok
Hendrawan menambahkan, pihaknya rutin melakukan pengawasan makanan selama bulan Ramadhan ini.
"Kita sudah lakukan dalam dua minggu terakhir ini. Untuk yang minggu lalu kita konsentrasi distributor besar yang dimungkinkan mengalirkan produk ke pengecer," ungkapnya.
Loka POM Ende mengharapkan, jika di distributor besar produknya sehat dan aman, maka di pengecer juga tentu sehat untuk dikonsumsi.
Bulan lalu Loka POM Ende juga menyita krupuk Kedelai sebanyak 20 karung milik pedagang POM Ende, karena terbukti mengandung boraks.
Baca juga: Nikodemus Rihi Heke Tidak Banyak Bicara Soal Hasil Putusan MK
Baca juga: Ahli Geolog Undana Kupang Minta Warga di Bantaran Kali Liliba Agar Terus Waspada
Krupuk itu masih mentah atau belum digoreng. "Dijual yah seperti ini, belum digoreng," ungkap Beni. Menurutnya saat ini pihaknya masih dalam tahap investigasi.
Pada kemasan tertulis 'Krupuk Kedelai SBY, Diproduksi Oleh SBY Production, Lamongan - Jawa Tengah - Indonesia. Mekar, Renyah dan Bergizi.
Krupuk tersebut , terjaring operasi di Pasar Mbongawani, Kota Ende. Loka POM Ende lakukan tes cepat terhadap krupuk Kedelai yang dijual oleh sejumlah pedagang.
Selanjutnya, sampel yang sama diuji laboratorium, hasilnya positif mengandung boraks. Loka POM lantas menyita krupuk kedelai tersebut dari sejumlah pedagang.
"Krupuk itu sudah kita amankan di kantor, nanti selanjutnya kita akan melakukan pemusnahkan," kata Beni Hendrawan.
Menurutnya, di masyarakat krupuk tersebut dikenal dengan krupuk tempe. Namun krupuk tersebut, lanjutnya, bukan produk lokal, atau tidak diproduksi di Ende.
"Sumbernya memang masih kita telusuri, cuma menurut pengakuan penjual, beberapa penjual yang jual banyak, dia mengambil produk dari daerah Jawa, cuman Jawanya mana, siapa, masih kita telusuri," ungkapnya.