Gubernur Viktor Laiskodat Tanam Jagung Di Tanamodu Dan Panen Padi Di Wailawa, Sumba Tengah

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama Bupati Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama Bupati Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu, Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir.Daniel Landa, Pejabat Bupati Sumba Barat, Cosmas Damianus Lana, S.H, M.Si, sejumlah anggota DPRD NTT dan sejumlah pejabat lainnya serta masyarakat Sumba Tengah melakukan penanaman jagung musim tanam II (MT II) diatas lahan seluas 260 ha di Desa Tanah Modu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sumba Tengah, Kamis (15/4/2021) 

POS-KUPANG.COM | WAIBAKUL---Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama Bupati Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu, Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir.Daniel Landa, Pejabat Bupati Sumba Barat, Cosmas Damianus Lana, S.H, M.Si, sejumlah anggota DPRD NTT dan sejumlah pejabat lainnya serta masyarakat Sumba Tengah melakukan penanaman jagung musim tanam II (MT II) diatas lahan seluas 260 ha di Desa Tanah Modu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sumba Tengah, Kamis (15/4/2021).

Sesaat setelah menanam jagung, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H bersama rombongan melakukan panen padi seluas 3000 hektar are di Desa Wailawa, Kecamatan Katikutana, Sumba Tengah, Kamis (15/4/2021).

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, panen padi kali ini adalah wujud dari kerja keras petani dan pemimpin daerah ini. Seorang pemimpin yang memiliki semangat kerja keras, kepedulian yang kuat, optimisme dan berani mengambil resiko atas keputusan yang diambilnya pasti mendatangkan keberhasilan bagi rakyatnya.

Baca juga: Nikodemus Rihi Heke Tidak Banyak Bicara Soal Hasil Putusan MK

Baca juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 6/3 Kostrad Gelar Patroli Pantau Harga BBM

Hal itu terbukti dimana, ketika memutuskan food estate jadi di Sumba Tengah, semua orang protes termasuk para pejabat karena tidak ada air. Tetapi dengan kepemimpinan Bupati Paulus SK Limu yang memiliki semangat kerja yang kuat, penuh optimis dan berani mengambil resiko serta senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Kuasa maka hari ini, kita sama-sama menyaksikan keberhasilan program food estate ini.

Hari ini, kita memanen padi seluas 3000 ha dengan rata-rata produksi 5,5 ton per hektar are adalah buah kerja keras pemimpin bersama rakyatnya.

Di dunia ini tidak ada tempat yang susah. Yang ada adalah pemimpin yang bodoh yang bekin susah rakyatnya. Karena itu, bila ada sebuah tempat susah maka tanyakan kepada pemimpinya, pasti bodoh. Sebab kalau pemimpin pintar maka tidak ada tempat yang susah. Tidak ada kemiskinan di suatu tempat bila pemimpinya berani, pintar, pekerja keras, peduli dan berani mengambil resiko.

Baca juga: Gempa Bumi 4.6 SR Terjadi di Kodi ,Sumba Barat Daya

Baca juga: Ahli Geolog Undana Kupang Minta Warga di Bantaran Kali Liliba Agar Terus Waspada

Karena itu, apa yang kita saksikan hari ini, bukan pemimpin yang bodoh dan malas tetapi keberhasilan ini lahir dari pemimpin pintar, berani, peduli dan berani mengambil resiko demi kebaikan rakyatnya.

Karena itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H optimis Sumba Tengah akan lebih maju ke depan dengan pemimpinnya yang kerja keras seperti ini.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan, sebelum panen padi sini, bersama rombongan, bupati dan wakil bupati Sumba Tengah serta pejabat bupati Sumba Barat melakukan tanam jagung II ((MT II) diatas lahan seluas 260 di Desa Tanah Modu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sumba Tengah.

" Saya sudah tanam jagung, saya juga sudah saksikan lahan seluas 260 ha sudah diolah dan sudah mulai tanam jagung tadi. Saya minta semua petani sungguh-sungguh mengolahnya demi kebaikan bapa ibu petani," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Berita Sumba Tengah

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved