Rabu, 3 Juni 2026

Opini Pos Kupang

Ketika Jokowi Menjenguk Korban Bencana

Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) memiliki cinta yang besar terhadap Presiden Joko Widodo

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

Oleh: Arnoldus Wea, Pengamat Sosial Politik, Co-Founder Arnoldus Wea Foundation

POS-KUPANG.COM - Masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT) memiliki cinta yang besar terhadap Presiden Joko Widodo. Setiap kali Jokowi berkunjung ke NTT, ia akan disambut dengan sorak-sorai dan lambaian tangan.

Penerimaan masyarakat terhadap Jokowi tentu memiliki alasan yang kuat. Di bawah rezim Jokowi, masyarakat NTT telah merasakan keberpihakan pembangunan oleh Pemerintah Pusat.

Pada masa kepemimpinan sebelumnya, distribusi pembangunan lebih sering hanya sebatas konsep atau hanya berhenti pada tataran perencanaan. Di tangan Jokowi semua tampak berbeda.Upaya pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik meski masih terdapat beberapa kekurangan.

Baca juga: Dengan Helikopter Bell, Gubernur Viktor Laiskodat Tinjau Kondisi Sabu Raijua Pasca Bencana, Info 

Baca juga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Dalam tahapan pembangunan, infrastruktur merupakan peletak dasar, fase pertama dan syarat mutlak untuk menciptakan kemajuan pembangunan di berbagai sektor lain pada tahap berikutnya. Hal ini yang agaknya disadari betul oleh Jokowi ketika ingin melakukan upaya perbaikan di NTT.

Mengapa kehadiran Jokowi di NTT menjadi kegembiraan dan pemicu kebahagiaan masyarakat setempat? Pesan apa yang hendak disampaikan dengan menjenguk para korban bencana, meskipun statusnya bukan merupakan bencana nasional. Tindakan Jokowi `menjenguk' para korban minimal memiliki dua pesan yang saling berhubungan.

Memulihkan Luka

Pertama, ia datang untuk memulihkan luka. Luka tanah, luka tubuh dan luka batin yang dialami para korban badai dan banjir bandang. Keceriaan masyarakat menyambut kedatangan Jokowi menunjukkan bagaimana kunjungan itu bermakna bagi mereka yang terluka oleh bencana.

Baca juga: Update Kode Redeem FF Hari Ini 13 April 2021, Klaim Kode Redeem Free Fire Terbaru dan Terlengkap

Baca juga: Bantuan Ketum DPP KNPI Diserahkan Ketua KNPI NTT Kepada Korban Bencana, Simak Liputannya

Padahal kondisi mereka serba tidak memungkinkan seperti situasi pandemi yang sedang melanda. Spontanitas kerumunan masa yang menyambut Jokowi terjadi di beberapa titik. Sebagai misal, kita melihat kerumunan selama Jokowi melakukan peresmian bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka 23 Februari 2021 yang lalu.

Hal yang sama terjadi pada 9 April 2021, ketika Jokowi melakukan kunjungan langsung ke Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata pasca bencana alam Siklon Tropis Seroja.

Bencana ini telah menimpa hampir seluruh daerah di NTT sehingga menimbulkan kerugian besar baik materiil maupun non materiil. Di Adonara dan Lembata, berdasarkan data terakhir bencana Siklon Tropis Seroja telah menyebabkan korban jiwa sebanyak 163 orang dan 45 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Kerusakan besar, akibat bencana juga terjadi hampir merata di berbagai daerah lain di NTT seperti di daratan Timor, Rote, Sabu dan Sumba. Badai Seroja telah meluluhlantahkan rumah penduduk, fasilitas publik, lahan pertanian, peternakan dan tentunya fasilitas nelayan.

Terhadap korban nyawa dan berbagi kerugian materi lainnya, hal yang tersulit bagi pemerintah adalah menyembuhkan duka, menghibur kesedihan dan mengatasi masalah trauma masyarakat.

Bencana besar ini telah menyebabkan sebagian orang kehilangan kerabat, sanak saudara, keluarga, rekan kerja, dan teman atau sahabat. Begitu juga dengan materi sebagai hasil jerih payah, keringat dan air mata yang telah diperjuangkan bertahun-tahun lamanya. Pada titik tertentu, sebagian orang mungkin sampai pada tahap depresi, kehilangan harapan dan kepercayaan diri untuk membuka lembaran hidup baru pasca bencana. Dengan demikian, pemulihan mental terhadap para korban menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang harus segera terpenuhi.

Melihat kegembiraan masyarakat Adonara dan Lembata saat menyambut kedatangan Jokowi, dapat menjadi sinyal bahwa kehadiran Jokowi dapat menyembuhkan duka masyarakat NTT. Jokowi dinilai mampu menciptakan kebahagiaan masyarakat meskipun tidak sepenuhnya dapat mengobati psikologi masyarakat terdampak bencana.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved