Breaking News:

Bencana Alam NTT

Jembatan Builalu di Belu Nyaris Putus Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Lewat

Jembatan Builalu yang berada di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu nyaris putus akibat diterjang banjir

Jembatan Builalu di Belu Nyaris Putus Kendaraan Roda Empat Tak Bisa Lewat
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Oprit Jembatan Builalu di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen rusak dan nyaris putus, Senin (6/4/2021).

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA-----Jembatan Builalu yang berada di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu nyaris putus akibat diterjang banjir, Senin (5/4/2021).

Dampak ikutannya adalah kendaraan roda empat tidak bisa melintas di jembatan tersebut. Pemerintah kecamatan sudah memasang tanda larang untuk kendaraan roda empat. 

Hal itu disampaikan Camat Lamaknen, Roni Mau Luma saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Selasa (6/4/2021). Dikatakannya, jembatan Builalu menghubungkan beberapa desa dengan ibukota Kecamatan Lamaknen. 

Jembatan yang dibangun pada masa Bupati Sumantri itu nyaris putus akibat diterjang banjir beberapa hari terakhir. Kondisi putus persis di oprit jembatan atau timbunan tanah dibelakang abutment karena terkikis banjir sehingga terjadinya penurunan tanah.

Baca juga: Pemulihan Listrik Kota Kupang Bisa Mencapai Satu Bulan

Baca juga: Dua Hari Listrik Padam di TTS Ini Penjelasan Kepala PLN ULP SoE

"Tanah yang di unjung jembatan itu sudah terkikis banjir dan sisa sedikit sehingga kendaraan roda empat tidak bisa lewat. Kalau paksa lewat pasti tanah runtuh semua", kata Camat Lamaknen.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Belu ini mengatakan, ia bersama staf didampingi kepala desa Makir sudah mengecek langsung ke lokasi. Setelah melihat kondisi jembatan nyaris putus, ia memerintahkan kepada Desa Makir untuk memberikan tanda larang bagi kendaraan roda empat agar tidak melewati jembatan tersebut untuk sementara.

"Hanya roda empat yang dilarang lewat. Kalau roda dua dan manusia masih bisa lewat", kata Roni, demikian sapaan akrabnya.

Baca juga: Korban Luapan Banjir Benenain Dievakuasi Aparat Keamanan di Malaka

Baca juga: Pemda Ngada Usulkan 601 Formasi CPNS dan 862 Formasi PPPK

Menuru Roni, ia sudah melaporkan kondisi jembatan tersebut kepada Penjabat Bupati Belu. 

Kata Roni, jembatan tersebut menghubungkan Desa Makir dan Desa Lamaksenulu dengan Ibukota Kecamatan Lamaknen. Selain itu, menghubungkan dengan jalan sabuk merah serta desa tetangga di kecamatan Raihat dengan Lamaknen. 

Meski kondisi jembatan nyaris putus, namun akses transportasi dari dua desa ke ibukota Kecamatan Lamknen masih bisa terakses karena jalan alternatif masih ada. Hanya saja jaraknya semakin jauh. 

"Bayangkan kalau dari Desa Makir dan Lamaksenulu mau ke Ibukota Kecamatan Lamaknen mereka harus melewati Haekesak, ibukota kecamatan Raihat. Jadi jaraknya semakin jauh", jelas Roni. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Berita Bencana Alam di NTT

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved