Breaking News:

Bencana Alam NTT

Pemulihan Listrik Kota Kupang Bisa Mencapai Satu Bulan

Kota Kupang mengalami pemadaman listrik total sejak Senin (4/4/2021) dini hari. Pohon-pohon tumbang, lalu menghantam tiang dan kabel listrik

POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko menjelaskan kepada wartawan kondisi terkini sistem kelistrikan di Kota Kupang. Foto diambil pada Selasa (6/4/2021) siang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kota Kupang mengalami pemadaman listrik total sejak Senin (4/4/2021) dini hari. Pohon-pohon tumbang, lalu menghantam tiang dan kabel listrik. Akses listrik pun terhenti. Menurut GM PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko, pemulihan listrik di kota ini bisa berlangsung hingga satu bulan.

"Kalau melihat kondisi kerusakaan saat ini, minimal di Kota Kupang, bisa sampai satu bulan untuk sampai ke rumah-rumah. Untuk jalur utama kami usahakan dua minggu, sedangkan dari jalur utama ke sambungan rumah bisa satu bulan," katanya kepada wartawan di Kantor PLN Area Kupang, Selasa (6/4/2021) siang.

Dari 22 jalur utama pasokan listrik di Kota Kupang, PLN baru mengoperasikan tiga jalur pada Senin malam. Jalur-jalur tersebut yakni jalur utama Oebufu, arah ke Lippo Plaza, dan Oepoi. Hari ini, pihaknya sedang mengupayakan dua jalur utama lain selesai, yakni jalur Penfui dan Walikota.

Baca juga: Siklon Tropis Seroja, Arti,  Asal Penamaan, Dampak dan Penyebab Bencana di Provinsi NTT 

Baca juga: Dua Hari Listrik Padam di TTS Ini Penjelasan Kepala PLN ULP SoE

Berdasarkan data real time pada pukul 13.00 Wita tadi, jumlah gardu yang terdampak sebanyak 784 gardu. Dari jumlah tersebut, gardu yang telah menyala sebanyak 57 gardu. Sedangkan, 727 gardu lain masih padam. Untuk UP3 Kupang yang merupakan gabungan dari wilayah Oesao, Soe, Kefa, Atambua, Kalabahi, dan Rote, terdapat 2.625 gardu terdampak, yang mana 2.462 gardu masih padam dan 163 gardu sudah menyala (data real time).

"Kendala kami itu akses jalan. Banyak pohon yang saat ini menutupi akses jalan untuk tim PLN perbaiki instalasi," katanya.

Kendala lain pemulihan listrik di Kota Kupang adalah jumlah personil. Dengan 200-an personil, mereka harus tersebar ke 11 lokasi per hari ini. Mengatasi hal itu, mereka akan dibantu oleh tim PLN dari Mataram, Sulawesi, dan Maluku. Saat ini, tim dari luar NTT tersebut sedang dalam persiapan dan membawa peralatan material lainnya. Mereka akan tiba esok, Rabu (7/4/2021) siang. Jatmiko pun berharap, tambahan personil ini bisa membantu menyelesaikan masalah listrik di daerahnya.

Baca juga: Korban Luapan Banjir Benenain Dievakuasi Aparat Keamanan di Malaka

Baca juga: Pemda Ngada Usulkan 601 Formasi CPNS dan 862 Formasi PPPK

"Nanti kami lihat, kalau sudah cukup, kami tidak minta tambah. Tapi kalau misalkan dibutuhkan, dari Jawa pun sudah siap untuk datang juga," sambungnya.

Siklon Tropis Seroja sangat memengaruhi sistem kelistrikan di NTT. Angin kencang, hujan deras, banjir, dan longsor berdampak pada unit kerja PLN baik di Flores, Sumba, bahkan Timor. Namun, di setiap unit, spare part material dan peralatan dalam menghadapi bencana masih tercukupi.

"Kami sudah cek, dari Flores itu bisa bantu di Timor. Kapal bisa berangkat untuk bawa tower, karena tower kami ada yang miring; arah ke Oesao," ujar Jatmiko. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Berita Bencana Alam di NTT

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved