Berita NTT Terkini
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung
Tapi sekarang persoalannya bukan itu. Kalau Anda lihat 2019, polarisasi politik yang luar biasa. Yang satu 212, basisnya Islam, politik Islam. Yang satunya adalah politik nasionalisme, yang tidak mau bersinggungan dengan agama.
Kita berada di tengah-tengah, Partai Demokrat di bawah Pak SBY selalu berada di tengah-tengah, kami selalu bicara tentang politik jalan tengah. Dan tampaknya memang sulit sekali mencari orang yang berada di tengah-tengah ketika polarisasi begitu tajam.
Tapi kami percaya pada konsisten peran di tengah, karena negeri ini pada dasarnya moderat kok. Negeri ini pada dasarnya nasionalisme dan relijiusitas tidak perlu dipertentangkan, dan karena itu kita konsisten berada di tengah.
Endingnya kisruh Demokrat ini kapan?
Kita sebenarnya berharap ini cepat selesai, agar kita bisa fokus. Walaupun ada juga blessing in disguise yang saya sampaikan, ketika Partai Demokrat jadi pemberitaan terus bisa naik terus polling kita kan.
Tetapi sebenarnya melelahkan, menguras energi yang tidak perlu. Karena itu kita berharap ini bisa selesai secepatnya. Mudah-mudahan di Kemenkumham.
Kalau permohonan mereka untuk disahkan ditolak, maka akan selesai sudah. Mereka akan seperti yang layang-layang putus lah.
Atau mungkin saja mereka maju ke pengadilan, tetapi rasanya pengadilan, kalau berdasarkan hukum, dari AD/ART 2020, pasti kelihatan abal-abalnya.
Rasanya secara hukum tidak ada kemungkinan mereka bisa disahkan. Dan kalau tidak disahkan, jalan terakhir bagi Pak Moeldoko dan kawan-kawan adalah bikin partai baru. Masih ada waktunya, dan kami mendorong ke situ. Silakan bikin partai baru, kasih nama apa saja, lebih gagah dan tidak akan ada konflik dengan kita.
Tapi kalau masih diteruskan, pasti akan kita lawan terus, di pengadilan kita juga siap dengan tim hukum, tapi mudah-mudahan tidak sampai ke situ. (tribun network/denis destryawan)