Berita NTT Terkini
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung
Tidak langsung oke. Beliau mengatakan tanya ke yang bersangkutan (AHY) saja dong. Awalnya AHY tidak mau, sebenarnya berat untuk menerima itu. Tetapi setelah dihubungi beberapa kali, kader Demokrat meyakinkan bahwa pengabdian kepada negara bisa di mana saja, bukan hanya di militer, bisa juga jalur politik.
Dan pada titik itu mungkin Mas AHY menganggap itu duty call, akhirnya beliau bersedia. Yang menarik adalah walaupun kalah di DKI, tapi dia mendapatkan sambutan yang luar biasa di seluruh Indonesia. Terbukti polling (nasional) beliau luar biasa, di seluruh Indonesia, bukan hanya di DKI.
Tapi yang pasti tidak ada penyesalan?
Kalau dibilang penyesalan, begini, kalau orang berada di tentara pasti pikirannya menjadi jenderal, apalagi beliau adhi makayasa.
Dia tentu harus mengubur mimpi yang dulu dan masuk ke mimpi yang lain. Tapi sama-sama tentang Indonesia yang baik, tetapi jalurnya kini lewat politik. Mimpi lama dikubur sudah, pasti berat bagi semua orang. Tetapi jalannya sudah diambil, dan dia konsisten menjalani jalan itu.
AHY ini punya talent jadi pemimpin, tapi not now?
Justru kalau Anda lihat AHY ini Adhi Makayasa, beliau ini juga juara. Waktu SMA beliau juga juara di SMA Taruna Nusantara, juara di Adhi Makayasa, pengalaman tugas kemiliteran sampai di Lebanon, sampai di mana-mana.
Bagi saya orangnya justru mau belajar, cerdas sekali orangnya. Bagi saya ini juga kesempatan. Kita lihat kita butuh figur muda.
Sekarang kita lihat perdana menteri, presiden-presiden negara lain juga umur 40-an sudah mulai tampil. Kalau 2024, nanti dia umur 45 tahun. Kennedy lebih mudah dari itu, perdana menteri Kanada, Finlandia. Jadi banyak contoh-contoh kalau orang muda memimpin sebuah negeri.
Itu bukan sekadar isu. Kalau itu isu, hanya untuk mempertahankan senioritas. Kalau perlu urut kacang. Itu salah satunya termasuk beberapa senior yang mbalelo itu.
Kalau Anda pergi ke DPP sekarang ini, isinya anak-anak muda. Tapi memang sekarang ini kita butuh energi anak muda, yang tua-tua butuh tempatnya seperti di majelis, memberikan nasihat, sharing pengalaman. Biar anak muda mulai tampil sekarang ini. Di Demokrat, kami bersyukur bisa melakukan regenerasi dengan baik.
AHY disiapkan dalam kontestasi 2024?
Salah satu fungsi Partai Demokrat adalah proses rekrutmen politik. Proses bagaimana mempersiapkan kader-kader untuk bersaing untuk jabatan politik ke depan. Kita mau siap-siap untuk 2024. Apakah jadi sesuai skenario kita, apa harapan kita, belum tentu. Tapi kan harus mulai siap-siap, bagaimana perencanaan ke depan. Figurnya harus jelas. Bagi kita figurnya sudah jelas, ada AHY. Partai lain belum tentu bisa melakukan proses regenerasi.
Anda selalu ditembak menjadi penyebab turun elektabilitas Partai Demokrat?
Saya memang pernah, walaupun saya tidak merasa melakukan korupsi. Tapi sistem peradilan menyatakan saya ikut korupsi, karena saya dinilai melakukan pembiaran.
Tapi sampai sekarang, saya masih belum tahu bagaimana maksudnya.
Saya bahkan tidak diminta untuk memberikan uang pengganti sepeserpun. Jadi terserah orang mau menilai, tetapi saya rasa bukan soal saya.
Ada banyak hal dan situasi pada waktu itu ketua umum kita juga terkena masalah hukum. Dan saya cuma salah satu calon ketua umum yang kalah, yang menang Saudara Anas, yang terlibat juga Saudara Anas.