Berita NTT Terkini

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung

Editor: Kanis Jehola
Tribunnews.com
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng saat wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor Tribunnews.com, Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021). Andi Mallarangeng dalam kesempatannya menegaskan bahwa dipilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum Partai Demokrat bukan karena dirinya anak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melainkan karena Demokrat membutuhkan lokomotif baru yang berjiwa muda yang mampu bersaing di 2024. Tribunnews/Jeprima 

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng: Polemik Jadi Berkah Terselubung

POS-KUPANG.COM - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyebut ada blessing in disguise (berkah terselubung) di tengah polemik Partai Demokrat belakangan ini.

Andi mengatakan pemberitaan mengenai Partai Demokrat terus dibicarakan di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini diyakini menjadi dampak positif di tengah polemik partai.

Baca juga: Sofa Kantor Bupati Nagekeo Tak Layak

"Insya Allah ada efek positifnya karena kami lihat sentimennya positif kepada Partai Demokrat dan AHY," ujar Andi, saat berbincang bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Senin (15/3/2021).

Ia juga meyakini hasil survei Partai Demokrat dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan naik, seiring dengan pemberitaan yang marak belakangan ini. Berikut petikan wawancara Tribun Network dengan Andi Mallarangeng:

Partai Demokrat jadi pembicaraan. Apa yang akan dilakukan agar blessing in disguise menjadi umpan baik?

Sebenarnya kami ini blessing in disguise, dalam arti bahwa pemberitaan mengenai Partai Demokrat ini terus dibicarakan dimana-mana, insyaallah ada efek positifnya karena kami lihat sentimennya positif kepada Partai Demokrat dan AHY.

Baca juga: Korupsi, Borok Birokrasi dan Ketidakcakapan Pemimpin

Rasanya nanti polling Demokrat dan AHY akan naik lagi. Tapi ini murni bukan settingan. Terutama waktu awal-awal, waktu Pak Moeldoko masih ngeles-ngeles, tapi untungnya ngelesnya itu ngibul semua.

Sekarang kami justru melakukan konsolidasi ke dalam. Kalau soal polling naik itu Alhamdulillah. Tetapi yang sebenarnya blessing in disguise adalah begini.

Ketika partai-partai lain mesinnya dingin setelah Pilkada, karena sudah selesai urusan Pilkada, dan enggak bakal ada Pilkada lagi sampai 2024, Partai Demokrat sekarang ini, di bawah kepemimpinan AHY, justru mesinnya panas sekali, sampai ke DPC-DPC, karena kita melakukan konsolidasi.

Mumpung sekarang kita ada permasalahan, struktur kepengurusan, ketua-ketua, semua menyatakan loyalitas dan soliditasnya.

Bisa diceritakan mengapa AHY memutuskan keluar dari militer dan masuk dunia politik?

Waktu itu sebenarnya tidak terpikirkan oleh Mas AHY. Beliau lagi tugas di Darwin, Australia. Tiba-tiba koalisi partai sedang mencari figur untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta dan bersaing dengan Pak Ahok dan Pak Anies.

Setelah tidak menemukan yang kira-kira bisa bersaing dengan dua figur yang kuat ini, mereka mengusulkan putranya Pak SBY saja. AHY saja.

Waktu itu Pak SBY langsung oke atau bagaimana?

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved