Breaking News:

Opini Pos Kupang

Menyambut Perda Literasi di NTT

Senin, 15 Feburuari 2021, DPRD NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT menciptakan sejarah dan babak baru bagi NTT

Menyambut Perda Literasi di NTT
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh: Emanuel Kolfidus, Anggota DPRD Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM - Senin, 15 Feburuari 2021, DPRD NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT menciptakan sejarah dan babak baru bagi NTT, yaitu menyetujui penetapan Rancangan Peraturan Daerah ( Ranperda) Pengembangan budaya literasi menjadi Peraturan Daerah ( Perda).

Penetapan persetujuan bersama ini menjadi puncak dari proses (panjang) ketika dimulai dengan pengajuan usul prakarsa (inisiatif DPRD) Komisi V DPRD NTT Ranperda Pengembangan Budaya Literasi.

Setelah menyelesaikan pembuatan Naskah Akademik (NA) dan Draft Ranperda (Legal Drafting), dibantu oleh Tim Pakar DPRD NTT, Komisi V mengusulkan ke pimpinan DPRD NTT pada awal-awal tahun 2020, menindaklanjuti amanat Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) DPRD NTT Tahun 2020.

Makna Kunjungan Jokowi

Secara keseluruhan, tercatat, DPRD NTT mengajukan delapan Ranperda Prakarsa, oleh Komisi II, Komisi III, Komisi IV dan Komisi V.

Salah satunya adalah Pengembangan Budaya Literasi. Berdasarkan pelacakan jejak digital, masih sangat sedikit pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, memiliki Perda tentang Literasi. Pelacakan menemukan di seluruh negara ini, baru Kabupaten Majene, di Sulawesi Barat.

Literasi menurut UNESCO adalah kemampuan menggunakan kecakapan membaca, menulis, dan berhitung sesuai konteks, yang diperoleh dan dikebangkan melalui proses pembelajaran dan penerapan di sekolah, keluarga, masyrakat dan situasi lainnya yang relevan untuk remaja dan orang dewasa.

KABAR DUKA: Satu Lagi Pasien Covid-19 di Sumba Timur Meninggal Dunia

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, pasal 1 ayat (4): "Literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya".

Pada sisi lain, Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis, tetapi sekaligus kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki dalam hidupnya.

Sejumlah pengertian ini dapat membuka pemahaman bahwa literasi itu bukan saja soal baca dan tulis tetapi keseluruhan dimensi kemampuan manusia, kecakapan dan ketrampilan hidup yang harus dimikili sesuai potensi diri.

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved