Rabu, 27 Mei 2026

Berita Ende Hari Ini

Mira Gorok Leher Bayi Polisi Duga Alami Baby Blues

Ibu muda warga RT 03 RW 06 Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende ini tega membunuh Muhammad Zaid Gibran

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Foto RESKRIM POLRES ENDE
Olah TKP kejadian ibu muda gorok bayinya sendiri di Rukun Lima Ende, Minggu (18/9/2020). 

POS-KUPANG.COM | ENDE -Sebuas-buasnya harimau tak akan memangsa anaknya. Pepatah ini tidak berlaku bagi MEW alias Mira (22). Ibu muda warga RT 03 RW 06 Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende ini tega membunuh Muhammad Zaid Gibran, bayinya yang masih berusia 3 bulan.

Entah setan apa yang merasuki hati dan pikiran Mira sehingga mengakhiri hidup anak keduanya. Mira mengambil sebilah pisau di dapur kemudian menggorok leher Muhammad yang saat itu sedang tertidur lelap di tempat tidur. Saat kejadian, sang suami, Mursalim (23) sedang bermain game.

Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Jalan Ikan Duyung Kelurahan Rukun Lima, Minggu (18/10) pukul 02.30 Wita.

Baca juga: Malaysia Deportasi 25 PMI NTT

Korban sempat dibawa ayahnya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende. Namun dalam perjalanan menghembuskan napas terakhir. Jenazah Muhammad Zaid Gibran sudah dimakamkan Minggu siang

Setelah menggorok leher anaknya, Mira berusaha melarikan diri, tetapi berhasil diamankan warga. Selanjutnya, Mira diserahkan ke polisi. Saat ini, Mira ditahan di Mapolres Ende.

"Mira sempat kabur usai menggorok leher bayinya. Mira hendak melarikan diri namun berhasil diamankan oleh warga dan antar ke Mapolres Ende," kata Ketua RT 03 Kelurahan Rukun Lima, Beni Alin.

Menurut Beni, pada Sabtu (17/10) magrib, di rumah mertua Mira ada acara doa bersama malam ketiga meninggalnya salah satu anggota keluarga. "Saya ikut acaranya, pas listrik padam saya kembali ke rumah. Jadi waktu kejadian saya posisi sudah di rumah saya."

Baca juga: Putra Amien Rais Kecelakaan

Berdasarkan cerita suami Mira, lanjut Beni, pelaku sempat mencekik leher anak pertama mereka. "Kalau dari cerita suaminya, Mira sempat cekik leher anak mereka yang pertama, setelah itu menggorok leher anak kedua yang masih bayi. Pas kedapataan oleh suami dan ipar, Mira langsung lari," terangnya.

Beni mengatakan, para tetangga heboh ketika mendengar teriakan minta tolong dari iparnya Mira setelah melihat kondisi bayi Muhammad. Selanjutnya, iparnya Mira menggendong bayi malang tersebut dilarikan ke RSUD Ende. "Tidak tertolong mungkin setelah digorok sudah meninggal," ujarnya Beni.

Ia menjelaskan, Mira dikenal sebagai pribadi yang ramah dan pendiam. Tetangga tidak menyangka Mira tega membunuh bayinya. "Dia orangnya ramah, pendiam, tegur sapanya dengan warga di sini baik," ujar Beni.

Beni menambahkan, sejak menikah Mira bersama suami dan anak tinggal di rumah mertua di Rukun Lima. "Mira tinggal di mertuanya, orangtua dari suaminya. Mereka belum tinggal sendiri."

Terpisah, Kapolres Ende AKBP Albertus Andrea melalui Kasat Reskrim, AKP Lorensius, SH mengatakan, pelaku menggorok leher bayi dengan menggunakan sebilah pisau. "Korban (bayi) saat itu tengah tertidur. Kemudian pelaku mengambil pisau di dapur, lalu memotong leher korban," jelasnya.

Menurut Lorensius, korban mengalami luka robek pada arteri karotis kanan-kiri dan trake. "Panjang luka sekitar 6 cm. Akibat kejadian tersebut korban meninggal dunia," katanya.

Pelaku sudah diamankan di Mapolres Ende. Lorensius menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku membunuh bayinya karena stres akibat faktor ekonomi rumah tangga.

Lorensius mengatakan, pelaku mengakui bahwa dirinya membunuh korban karena terdesak secara ekonomi. Suami pelaku sebagai tukang ojek, namun jarang bekerja. Suami pelaku lebih sering main game dan kartu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved