Berita Ende Hari Ini
Mira Gorok Leher Bayi Polisi Duga Alami Baby Blues
Ibu muda warga RT 03 RW 06 Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende ini tega membunuh Muhammad Zaid Gibran
"Pelaku melakukan karena ekonomi tidak cukup dan pikiran kosong (stres), karena suami jarang ojek. Suami sering main game dan main kartu. Pelaku melakukan karena ekonomi tidak cukup dan pikiran kosong (stres), karena suami jarang ojek, suami sering main game dan main kartu," terang Lorensius.
Sementara suaminya sedang bermain kartu. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh sang suami, tetapi dalam perjalanan ia menghembus napas terakhir.
Mira juga mengaku sering mendapatkan perlakuan kurang baik dari pihak kelurga suami. Berdasarkan pengakuan Mira, kata Lorensius, pelaku sering disebut suanggi oleh mertuanya. "Katanya sama mertuanya, dia sering dibilang suanggi," beber Lorensius.
Ia menjelaskan, tiga bulan terakhir ini Mira bersama suami dan anak tinggal di rumah mertua di RT 03 Rukun Lima. Sebelumnya mereka tinggal di kos-kossan.
Menurut Lorensius, kasus ibu menggorok leher bayinya sendiri hingga tewas merupakan kasus pertama di Kabupaten Ende.
Polisi sudah olah TKP. Tempat kejadiannya di kamar kelurga pelaku. Pelaku mengambil pisau di dapur lalu menggorok leher bayinya yang sedang tidur di tempat tidur.
Lorensius mengatakan, saat ini pelaku tampak biasa-biasa saja. Ia menduga pelaku mengalami baby blues. Baby blues merupakan gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi. (ll)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/simak-pengakuan-ibu-muda-bunuh-bayi-kandung-di-ende-sering-alami-tekanan-dari-keluarga.jpg)