Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Lakukan Gerakkan Peduli KLM di Perbatasan RI-RDTL
Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Lakukan Gerakkan Peduli KLM di Wilayah Perbatasan RI-RDTL
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN---Jajaran TNI dari Satgas Yonarmed 3/105 Tarik walaupun belum genap dua bulan bertugas, tapi telah melaksanakan beberapa kegiatan pembinaan teritorial (Binter) bersama warga.
Wujud kepedulian Satgas Yonarmed 3/105 Tarik ditunjukkan prajurit di Pos Fatuha dalam gerakkan peduli lingkungan masyarakat ( KLM) di Perbatasan RI-RDTL khususnya di Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur berupa program jambanisasi.
• Pemkab Malaka Siap Bantu Perumahan bagi MBR
Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P., M.Tr. (Han) pada Minggu (20/9) menegaskan bahwa kesehatan dan kebersihan merupakan modal dasar seseorang dalam menjalankan suatu kegiatan.
Maka sehubungan dengan hal tersebut anggota Pos Fatuha mewujudkannya dengan terjun langsung dalam program jambanisasi. Guna meningkatkan angka kesehatan lingkungan di daerah perbatasan.
• Adaptasi Kebiasaan Baru, Masyarakat Diajak Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
"Program ini dilaksanakan dengan kurang lebih diterima oleh 15 Orang yang terbagi pada 8 dusun," ujarnya.
Dikatakannya, hal ini merupakan kepedulian Satgas kepada masyarakat, khususnya masyarakat di desa dalam kemanunggalan antara TNI dengan rakyat.
Maksud dan tujuannya bahwa dengan adanya pembangunan jamban ini, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup sehat, terutama mereka yang belum memiliki fasilitas untuk BAB (Buang Air Besar).
Lebih lanjut dikatakan, dipimpin oleh Sertu Rokhmat selaku Danpos Fatuha mengatakan bahwa ini merupakan program SANDES (Sanitasi Perdesaan) padat karya yang dikelola oleh Dinas PUPR provinsi NTT Balai Cipta Karya.
"Terlebih mengingat minimnya posko kesehatan yang ada di desa tersebut maka sebaiknya lebih baik mencegah daripada mengobati. Contohnya dengan melalukan jambanisasi guna meminimalisir sumber penyakit dari lingkungan yang kotor," ujar Danpos.
Sementara Nelson Ejhon (30) selaku Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL Teknik) mengakui masyarakat selama ini menjadikan sungai dan kebun sebagai tempat untuk buang hajat. Tentu hal ini sangat berbahaya karena sungai akan menjadi kotor dan nantinya akan berdampak pencemaran lingkungan.
Sementara Cyprianus Nahak Bauk (53) selaku Kepala Desa Alas mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Satgas Yonarmed 3/105 Tarik, yang telah peduli dan membantu warganya karena telah membantu dalam proses pembuatan jamban sehingga meminimalisir pencemaran air akibat dari BAB ke sungai.
"Saya ucapkan terima kasih atas kepedulian TNI Satgas Yonarmed 3/105 Tarik karena bagi kami, pembangunan jambanisasi ini sudah lama kami idamkan dan akhirnya sekarang bisa terealisasi," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)