Minggu, 3 Mei 2026

Opini Pos Kupang

Krisis Koalisi Pada Pilkada di NTT

Pilihan koalisi pada Pilkada di sembilan kabupaten di NTT, bukan tanpa soal

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

Aliansi ditentukan The center of gravity. Dalam konteks itu, partai-partai kecil biasanya cukup dengan sikap toleran proposional hanya dibidang ongkos. Mereka cukup diberi uang jajan yang kadang diterima elit tanpa dirasakan massa. Partai kecil-kecil itu ikut bergabung atau nimbrung hanya untuk berfungsi sebagai supporter.

Tindakan Politik

John Stuart Mill berpendapat, bagian esensial visi demokrasi ialah komitmen terhadap kebebasan dan tanggung jawab para pihak. Utilitarianisme yang didambakannya, mengarah pada makna pentingnya tindakan politik.

Tujuannya agar kebahagiaan dan kenyamanan tercapai. Tindakan politik hanya akan mendapat kegunaannya jika bermanfaat bagi dirinya.

Dalam demokrasi representasi, kebebasan individu (dibaca: partai) dihormati. Sebaliknya, jika kebebasan dipakai untuk mendistorsi kebebasan yang lain, maka demokrasi berubah menjadi gerakan hegemonik ala Gramcian.

Meski kebebasan didambakan kaum utulitaris, tetapi kebebasan partai diwajibkan panggilan sejarahnya bertanggung jawab atas pilihannya. Kebebasan hanya akan menaruh hormat manakala kebebasan itu tidak mengganggu kebebasan orang lain.

Pada konteks koalisi partai, utilitarianisme mendapatkan relevansinya jika penggabungan itu serentak berarti menerima ideologi partai dari The center of gravity.  Bahaya yang muncul dari situasi ini ialah split voters.

Anggota partai tidak setia pada pilihan oligarkhi karena rakyat tidak bertanggung jawab atas pilihan elit. Bagi para pemilih membela pilihan elit sama dengan membela ideologi partai The center of gravity. Maka gelembung split voters nantinya kian membesar.

Karena itu, meski demokrasi langsung merupakan dambaan John Stuart Mill, tetapi elit kerap kurang sensitif. Elit memang diperlukan dan diharapkan untuk memberi pertimbangan kritis atas banyak soal, tetapi soal yang dipertimbangkan harus mengabdi kepentingan banyak orang.

Tampaknya, elit memang memiliki penyakit bawaan yaitu serakah, tak tahu diri dan kadang kurus ideology. Karena itulah demokrasi di tanah air dan juga di sini, selalu hybrid. *

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved