Kamis, 4 Juni 2026

Opini Pos Kupang

Pentekosta: "Nyala Api yang Mengobarkan Iman Gereja"

Hari Raya Pentekosta adalah momentum peringatan Gereja akan peristiwa turun-Nya Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api ke atas para rasul

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

Oleh: Fr. Giovanni A. L Arum, Alumnus Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang, Calon Imam Keuskupan Agung Kupang

POS-KUPANG.COM - Hari Raya Pentekosta adalah momentum peringatan Gereja akan peristiwa turun-Nya Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api ke atas para rasul (Kis. 2:1-11).

Pentekosta dirayakan dalam kalenderium Liturgi Gereja pada hari kelima puluh setelah Paskah atau pada hari terakhir dari Minggu Paskah ketujuh.

Peristiwa ini memeteraikan janji Yesus Kristus untuk mengutus Roh Penghibur kepada para rasul demi karya pewartaan kepada segala bangsa (Bdk. Kis. 1:8).

Pemerintah Hantar Bantuan Penanggulangan Covid-19 ke Rumah Penyandang Disabilitas

Pentekosta berasal dari bahasa Yunani yang berarti "hari yang kelima puluh" (Pentekoste hemera).Dalam Perjanjian Lama, pada mulanya, umat Yahudi merayakan Pentekosta tepat tujuh minggu setelah hari panen gandum (Im. 23: 15-21; Ul. 16: 9-12).

Dalam perkembangan selanjutnya, hari Pentekosta ini dihitung mulai dari tanggal 14 Nisan, yaitu hari Paskah Yahudi. Paskah Yahudi sendiri adalah perayaan Yahudi untuk mengenangkan peristiwa "Tuhan lewat" untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi dari tulah yang hendak ditimpakan kepada bangsa Mesir.

"Hari kelima puluh" itu memperingati pula turunnya Taurat kepada Musa. Pentekosta: Momentum Kairos bagi Para Rasul Dalam Kitab Suci, peristiwa Pentekosta dikisahkan dalam Kis. 2:1-13.

Update Corona di TTU: Bertambah 462, Jumlah PPDP di TTU Tembus Angka 3.336 Orang

Ketika para rasul berkumpul dan berdoa bersama, tiba-tiba turunlah Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api. "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing." (Kis. 2:1-3).

Peristiwa turunnya Roh Kudus ini menggenapkan janji Yesus sendiri ketika Ia hendak naik ke Surga.

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis. 1:8).

Yesus tidak pernah meninggalkan rasul-rasul-Nya berjalan sendiri bagaikan domba tanpa gembala. Yesus sendiri bersabda: "Aku tidak akan meniggalkan kamu sebagai yatim piatu." Sebelum meninggalkan para rasul, Ia menjanjikan Roh Kudus yang akan menyertai dan menguatkan mereka dalam karya pewartaan Injil. Roh Kudus yang dijanjikan Yesus itu turun pada saat hari Pentekosta.

Roh Kudus memampukan para rasul untuk berkata-kata dalam banyak bahasa. "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya." (Kis. 2:4).

Bahasa adalah hal yang penting dalam pewartaan. Para Rasul Yesus berlatar belakang Yahudi.

Dengan menganugerahkan rahmat untuk berkata-kata dalam banyak bahasa, sebenarnya Tuhan menunjukkan bahwa Ia menyertai para rasul untuk mewartakan Injil-Nya kepada semua bangsa.

Para rasul dipanggil untuk mewartakan kabar keselamatan, tidak hanya kepada orang Yahudi melainkan kepada semua bangsa.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved