Breaking News
Kamis, 4 Juni 2026

Opini Pos Kupang

Pentekosta: "Nyala Api yang Mengobarkan Iman Gereja"

Hari Raya Pentekosta adalah momentum peringatan Gereja akan peristiwa turun-Nya Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api ke atas para rasul

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

Roh Kudus juga mengaruniakan kepada para rasul kekuatan dan keberanian untuk menjalankan misi pewartaan. Kis. 1:8 dengan jelas mengatakan bahwa setelah mereka memperoleh rahmat Roh Kudus, mereka akan menjadi saksi Kristus di Yerusalem, Yudea, Samaria bahkan sampai ke ujung bumi. Mereka memperoleh keberanian untuk "keluar dari zona nyaman" (comfort zone) di Yerusalem dan bergerak ke luar Yerusalem hingga ke seluruh dunia.

Peristiwa Pentekosta adalah peristiwa kairos (rahmat) bagi para murid. Mereka beralih dari situasi "takut dan terutup" menuju situasi "berani dan terbuka". Setelah Yesus naik ke surga, para murid kehilangan sosok Guru yang selalu mereka ikuti kemana saja Ia pergi. Mereka mungkin merasa kesepian dan cemas.

Belum lagi, ancaman orang-orang Yahudi yang menganggap bahwa mereka membawa aliran sesat karena percaya kepada Yesus sebagai Mesias Allah. Roh Kudus memberikan rahmat keberanian dan penguatan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus akan senantiasa menyertai hidup dan pewartaan mereka.

Makna Pentakosta bagi Gereja; Nyala Api yang Mengobarkan Iman

1. Keberanian untuk Menjadi Saksi Kristus

Peristiwa Pentekosta juga sering dirayakan sebagai hari lahirnya Gereja. Roh Kudus mengurapi para rasul yang bersekutu dalam doa dan mengobarkan iman mereka untuk bersaksi di tengah dunia.

Peristiwa Pentekosta menandai purna tugas Yesus di dunia dan Ia telah kembali dalam persatuan dengan Bapa sebagai Pribadi Ilahi Allah Puteraserta menjadi momentum awal perutusan misioner Gereja dalam diri para murid.

"Pada hari Pentekosta selesailah Paska Kristus dalam curahan Roh Kudus. Sekarang, Ia nyata sebagai Pribadi Ilahi. Sekarang Ia diberikan dan diumumkan secara terbuka sebagai Pribadi Ilahi. Kristus Tuhan memberi Roh dalam kelimpahan." (KGK.,No. 731).

Roh Kudus memberikan rahmat keberanian dan penguatan kepada para rasul untuk menjadi saksi Kristus. Pasca peristiwa Pentekosta, para rasul memperoleh peneguhan iman. Petrus dan kesebelas rasul lain "bangkit" dan mulai memberi kesaksian (Bdk. Kis. 2:1).

Kitapun memohonkan rahmat Roh Kudus agar peristiwa Pentekosta menjadi momen berahmat bagi kita untuk bangkit dalam iman. Kita pasti akan mengalami pelbagai bentuk tantangan dan cobaan.

Namun, Roh Kudus akan senantiasa mengobarkan nyala api iman kita untuk terus berjuang menjadi saksi Kristus yang setia. Per crucem ad lucem; melalui jalan salib penderitaan menuju cahaya kebangkitan dalam Tuhan.

2. Semangat Berkomunitas dan Ketekunan Doa sebagai Senjata Cahaya

Roh Kudus turun atas para rasul ketika mereka berkumpul bersama dalam doa yang berkanjang. Apa maknanya bagi kita? Artinya, kita perlu bersatu dalam komunitas, baik dalam komunitas keluarga kita sebagai Gereja rumah tangga (ecclesia domestica)maupun dalam komunitas Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus.

Roh Kudus dicurahkan bagi orang yang terbuka untuk hidup bersama dalam damai dengan orang lain. Karunia Roh Kudus tidak menjadikan sesorang sebagai pribadi yangtertutup dan egois dengan kepentingan dirinya sendiri.

Rahmat yang diterima para rasul, yakni mampu berkata-kata dalam pelbagai bahasa tidak dimaksudkan untuk kemegahan atau kesombongan diri mereka sendiri, melainkan untuk pelayanan bagi banyak orang.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved