Selasa, 21 April 2026

Opini Pos Kupang

Teknologi Pembelajaran Online Mengurai Misteri "lockdown" Covid-19

Baca Opini Pos Kupang: Teknologi Pembelajaran Online Mengurai Misteri "lockdown" Covid-19

Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

Baca Opini Pos Kupang: Teknologi Pembelajaran Online Mengurai Misteri "lockdown" Covid-19

Oleh : Hendrik Saku Bouk, SVD, Dosen pada Program Studi Ilmu Komunikasi-Fisip Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Pada bulan Februari 2020, dunia dihebohkan dengan informasi mengenai pandemi virus corona, lazim disebut Covid-19, yang yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei-China.

Wabah ini pertama kali muncul dideteksi pada 31 Desember di Wuhan. Para ahli kemudian mengatakan virus yang berasal dari hewan ini bisa menular antar-manusia.

Cegah Covid-19, RSU Imanuel Waingapu Sediahkan Wastafel

Dalam tempo singkat pandemi mematikan itu menyebar secara global hampir di semua negara. Hingga 15 Maret 2020, yang terinfeksi sebanyak 157.476 orang di 155 negara. Yang meninggal mencapai 5846.

Yang sembuh hampir setengahnya, 75.953 orang. Data 19 Maret 2020 di Indonesia terdapat 308 orang yang terinfeksi dan 25 orang meninggal dan 15 orang dinyatakan sembuh. Walaupun demikian, cepatnya penyebaran virus ini tetap menjadi ketakutan semua warga dunia.

Teknologi Pembelajaran Online

Sehubungan dengan bidang pendidikan, tentu saja guru dan siswa, dosen dan mahasiswa sedikit kesulitan melakukan proses belajar-mengajar dan perkuliahan tatap muka berbasis ruang kelas tradisional.

Ibadat Jalan Salib di Paroki Santo Yoseph Naikoten Umat Terlihat Menjaga Jarak

Oleh karena itu untuk mengatasi persoalan ini, dapat diterapkan metode pembelajaran online berbasis "blended learning" sehingga tutor dan pembelajar di seluruh Indonesia khususnya di wilayah-wilayah rawan virus corona tidak dirugikan selama masa liburan akibat darurat pandemi virus corona ini.

Terkait teknologi pembelajaran, dalam metode pembelajaran online, kita mengenal e-learning yaitu belajar secara online. Proses belajar online ini dapat berjalan, maka perlu adanya pemilihan media online tertentu atau dengan menggunakan perangkat keras komputer berjaringan internet untuk menyalurkan pesan dari sumber kepada penerima pesan. Istilah-istilah sinonim yang digunakan dalam menyebut pembelajaran online (e-learning).

Ada yang menyebut e-learning itu : pertama, "Computer conferencing" (konferensi komputer) yang mengacu pada aspek komunikasi dari e-learning. Kedua, "Web-based learning" (pembelajaran berbasis web). Ketiga, "Online learning" (pembelajaran online). Keempat, "Virtual classroom"(pembelajaran berbasis ruang kelas maya/virtual).

Kelima, "Asynchronous learning" (pembelajaran tidak sinkron) adalah pembelajaran yang tidak terjadi pada waktu dan tempat yang bersamaan. Keenam, "Virtual university"(universitas maya) merujuk pada program belajar dan kegiatan di kampus universitas. Ketujuh, "Distance learning"(pembelajaran jarak jauh) yang merujuk pada pembelajaran berbasis materi cetak (buku) dan dilengkapi dengan tatap muka(Saku Bouk, 2019: 33).

Konteks Ruang Kelas Maya

Dalam ruang kelas maya, karena digunakan web maka selalu tersedia perangkat-perangkat lunak yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran online dan akses materi online (Frank and Robins,1986) : 1) Web untuk diskusi (Discussion) bisa dipakai perangkat lunak (software) seperti e-mail, videoconference, discussion board, Chatroom, Newsgroup dan mailing List ; 2) Web untuk distribusi pengetahuan (Distributed Education) dari tutor kepada pembelajar untuk diakses di lokasi berbeda melalui software yang bervariasi seperti learning center lokal, diccussion board, audio/video clips, hyperlinks (webpages-halaman web, portal, online libraries). Kalau mau berhadapan interface jarak jauh antara tutor dengan pembelajar dalam distributed education, maka bisa dipakai videoconferencing, audioconferencing, virtual seminar, netmeeting dan skype ; 3) Web untuk kerja kelompok (groupwork) guna menyelasian tugas-tugas kelompok bisa difasilitasi melalui perangkat lunak : email, chatroom, bulletin board, telepon atau WA group.

Dalam situasi darurat pandemi virus corona seperti saat ini, penggunaan media online untuk proses belajar-mengajar menjadi suatu pilihan alternatif yang efektif bagi pengajar dan pembelajar. Knirk dan Gustafson (1986) yang cenderung pro pada istilah teknologi pembelajaran online mengatakan, pertama, kata `pembelajaran' lebih cocok dengan fungsi teknologi. Istilah `pembelajaran' tidak hanya mencakup pengertian pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SLTA, melainkan mencakup juga situasi pelatihan (training) untuk mendapatkan skill. Jadi, fokus pada aspek pengetahuan dan skill. Selain itu, kata `pembelajaran' sangat berkenaan dengan permasalahan belajar-mengajar dan perkuliahan. Istilah `pembelajaran' cocok untuk belajar di sekolah dan di luar sekolah seperti di rumah, di kos, di home stay, di tempat kerja ; kedua, sedangkan kata `pendidikan' lebih cocok dengan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah dan lingkungan pendidikan. Menurut Knirk dan Gustafson (1986), kata `pendidikan' amat berkenaan dengan segala aspek pendidikan yang sangat luas : pendidikan humaniora, pendidikan etika dan moral, pendidikan politik dan sebagainya. Pendidikan hanya fokus pada pendidikan di dalam sekolah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved