Cegah Covid-19, RSU Imanuel Waingapu Sediahkan Wastafel

Demi mencegah wabah virus corona penyebab Covid-19, pihak RSU Imanuel Waingapu, Kabupaten Sumba Timur membangun wastafel

Cegah Covid-19, RSU Imanuel Waingapu Sediahkan Wastafel
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Seorang pengunjung pasien di RSU Imanuel Waingapu sedang diajar mencuci tangan yang benar dari Direktur RSU Imanuel Waingapu, dr Danny Christian 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Demi mencegah wabah virus corona penyebab Covid-19, pihak RSU Imanuel Waingapu, Kabupaten Sumba Timur membangun wastafel atau tempat cuci tangan di depan pintu masuk ke dalam ruangan RSU tersebut.

Direktur RSU Imanuel Waingapu, dr Danny Christian ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Sabtu (21/3/2020) mengatakan, wastafel itu dibangun demi mencegah virus corona yang kini semakin merajalela. Setiap tamu atau pengunjung pasien yang masuk di RSU Imanuel wajib mencuci tangan di wastafel itu baik saat datang atau saat pulang.

Ibadat Jalan Salib di Paroki Santo Yoseph Naikoten Umat Terlihat Menjaga Jarak

"Kita juga tempelkan gambar dan tulisan bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar di dekat wastafel itu. Kita juga tempatkan petugas untuk menjelaskan cara mencuci tangan yang baik bagi pengunjung pasien,"kata dr Danny.

dr Danny juga mengatakan, selain itu untuk mencegah virus corona ini juga, pihaknya untuk sementara waktu sudah menghapus jam besuk pasien dengan melarang pengunjung pasien untuk tidak menjenguk pasien baik pasien rawat inap, rawat jalan maupun pasien UGD kecuali pasien dalam keadaan kritis. Hanya bisa diperbolehkan 1 pasien untuk 1 penjaga/pengantar pasien.

Uskup Maumere Ajak Umat Jadi Pelopor Perangi Wabah Virus Corona

Ditanya terkait bagaimana dengan kesiapan pihak RSU Imanuel dalam menghadapi virus corona itu, kata dr Danny, pihaknya mengakui keterbatasan sarana medis seperti alat pengaman diri (APD) yang pihaknya miliki. Karena itu pihaknya lebih menekankan pada aspek pencegahan.

"Karena virus corona ini ada dua aspek yakni aspek klinis medisnya dan aspek kesehatan komunitas. Penyebaranya juga begitu dari manusia ke manusia sehingga paling baik itu kita mencegah mumpung hingga saat ini di Sumba belum ada yang terdekteksi positif virus itu,"ungkap dr Danny.

Menurut dr Danny untuk pencegahanya, seperti orang-orang yang baru datang dari luar di Sumba Timur harus dikontrol dengan diawasi dan dikarantina sampai 14 hari jika tidak ada tanda gejala corona maka dilepas. Selain itu juga harus ada kesadaran dari diri sendiri.

"Saya pikir bisa kita tingkatkan pengawasan di Pelabuhan Laut dan udara dan juga kesadaran masyarakat. Kalau misalnya adanya peningkatan yang hebat virus corona ini di Sumba kita kewalahan dari sisi medis di rumah sakit karena bisa dikatakan belum siap,"ungkap dr. Danny.

Masih menurut dr Danny, untuk mencegah virus corona di Pulau Sumba harus dilakukan selektif parsial lockdown sebab Sumba ini juga sudah merupakan daerah terbuka sebab sudah banyak orang dari luar mengunjungi Sumba. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved