Opini Pos Kupang

Pandemi Corona: Ajakan Hidup Sehat dan Bertobat

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang: pandemi Corona: ajakan Hidup sehat dan bertobat

Pandemi Corona: Ajakan Hidup Sehat dan Bertobat
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang: pandemi Corona: ajakan Hidup sehat dan bertobat

Oleh : Vinsen Belawa Making, SKM, MKes (Kepala LP3M Universitas Citra Bangsa -Sekretaris IAKMI -NTT)

POS-KUPANG.COM - Topik yang paling krusial dibahas di bangku kuliah khususnya bidang kesehatan masyarakat adalah tentang perjalanan penyakit dan tingkat penyebarannya. Ada Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah, endemi, epidemi dan pandemi.

KLB sendiri adalah timbulnya suatu kejadian kesakitan/kematian dan atau meningkatnya suatu kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu kelompok penduduk dalam kurun waktu tertentu, (Undang-undang Wabah, 1969).

Burung dan Ulat Hantui Petani di Persawahan Harau, Sumba Timur

Wabah merupakan kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka, (UU RI No 4 th. 1984 tentang wabah penyakit menular). Atau kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang.

Endemi merupakan penyakit menular yang terus menerus terjadi di suatu tempat atau prevalensi suatu penyakit yang biasanya terdapat di suatu tempat. Epidemi merupakan kenaikkan kejadian suatu penyakit yang berlangsung cepat dan dalam jumlah insidens yang diperkirakan. Sedangkan Pandemi adalah penyakit yang berjangkit menjalar ke beberapa negara atau seluruh benua.

Pemda TTU Anggarkan Rp 88,2 Miliar untuk Program Berarti

Hal yang paling ditakuti adalah terjadinya Pandemi karena itu menyangkut penyebaran penyakit dalam skala global atau paling besar/luas. Dengan kata lain, penyakit ini sudah menjadi masalah bersama warga dunia. Ketakutan ini terjadi ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi (11 Maret 2020). Jelas dalam dua pekan terakhir, terjadi peningkatan jumlah kasus di luar China hingga 13 kali lipat dengan jumlah negara terdampak yang meningkat drastis.

Sudah lebih dari setengah dunia (jumlah negara di dunia ada 195 negara) terinfeksi corona. Tentu penyataan pandemi dari WHO bukan untuk membuat keadaan semakin panik tetapi untuk menggerakan semua kekuatan dunia, mulai dari kekuatan politik, kekuatan keuangan, teknologi, kekuatan sosial dan sumber daya lain agar bergerak bersama untuk menghentikan kurva corona yang terus membumbung tinggi.

Negara-negara tetap didorong untuk mendeteksi, mengetes, merawat, mengisolasi, melacak, dan menggerakkan masyarakatnya.

Beberapa hari terakhir ini, beritanya cukup mengerikan, Menteri Perhubungan RI positif corona, Menteri Kesehatan Inggris dinyatakan positif, St. Peter di Vatikan ditutup, kematian di Italia mencapai angka 827, Swedia, Bulgaria dan Irlandia melaporkan kematian pertama karena COVID-19, Hongaria menyatakan negaranya dalam keadaan darurat corona, Belgia mencatatkan tiga kematian akibat corona. Pembatasan perjalanan semakin meluas, kota atau negara yang disolasi (lockdown) terus bertambah. Seorang Pastor di Vatikan menulis dengan penuh kesedihan di dinding FB nya. "Mohon......doa untuk kami.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved