VIDEO – Setelah Ribuan Ternak Babi Mati, Baru Dinas Peternakan Semprotkan Disfektan ke Kandang Warga

VIDEO – Setelah Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan Semprotkan Disfektan ke Kandang Warga. Aksi itu dilakukan petugas lapangan di Kabupaten TTU

VIDEO – Setelah Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan Semprotkan Disfektan ke Kandang Warga

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU – VIDEO – Setelah Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan TTU Semprotkan Disfektan di Kandang Milik Warga

Dinas Peternakan Kabupaten TTU melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang babi milik warga di desa-desa.

Selain penyemprotan disinfektan, Dinas Peternakan juga memberikan obat dan vitamin kepada ternak babi milik warga yang saat ini masih sehat.

VIDEO - Taman Bacaan Pelangi Jadi Perpustakaan Ramah Anak Pertama di Nagekeo. Bupati Beri Apresiasi

VIDEO: Jefri Riwu Kore Bilang Tahun 2020 Ini Pemkot Kupang Harus Raih WTP

VIDEO: Pitrad Matahari di Fatululi, Kota Kupang, Terbakar. Sebab Musebab Kebakaran Belum Diketahui

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (28/2/2020), para petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten TTU mulai melakukan penyemprotan disfektan di kandang-kandang babi milik warga, di Kelurahan Maubesi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Saat penyemprotan dimulai, disaksikan pula oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay dan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Veteriner Dinas Peternakan, Kabupaten TTU, drh. Stefanus Tenis serta para petugas lapangan lainnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay mengatakan, penyemprotan disfektan itu untuk menyikapi kasus kematian ternak babi yang terjadi secara masif belakangan ini.

"Jadi setelah kami berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mendapatkan bantuan berupa obat-obatan, vitamin dan disinfektan, barulah kami melakukan kegiatan pengobatan, pemberian vitamin dan penyemprotan disinfektan ini," ujarnya.

Fransiskus Fay mengatakan, saat ini pihaknya mulai langkah tersebut di Kelurahan Maubeli. Ke depan, aksi pencegahan dan penanggulangan penyakit yang menyerang ternak babi itu, akan dilakukan ke seluruh kecamatan di Kabupaten TTU.

"Tapi saat ini, yang kami utamakan itu di kecamatan yang tingkat kematian dan kesakitan ternak babi, tergolong cukup tingg,” ujarnya.

VIDEO – Untuk Pilkada Belu 2020, Pemerintah Kabupaten Hibahkan Dana Untuk Kodim Rp 800 Juta

VIDEO – Walau Masih Berstatus Tersangka, Arkelaus Sae Dilantik Jadi Kepala Desa Tubmonas

VIDEO - Bupati Nagekeo Resmikan Project Pamsimas di Boawae, Wajibkan Masyarakat Pasang Meteran

Ada pun ternak babi yang mati dan sedang sakit dalam jumlah cukup tinggi, yakni Kencamatan Biboki Moenleu Anleu Bikomi Nilulat Bikomi Utara Insana Utara dan Kecamatan Kota Kefamenanu. “Setelah itu baru kami bergerak ke kecamatan lain," ujarnya.

Fransiskus Fay menambahkan, pihaknya juga telah menugaskan petugas di kecamatan untuk siaga dan memberikan pengobatan dini serta vitamin pada ternak-ternak babi yang ada di wilayah masing-masing.

Pemberian obat dan vitamin itu dimaksudkan untuk menjaga ketahanan tubuh ternak  agar tidak mudah sakit kendati diserang penyakit. (POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Tonton, Like and Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved