VIDEO: Kabupaten Nagekeo Dapat 4.000 Keping Blangko E-KTP. Tiap Jumat Disdukcapil Turun Ke Desa-desa

VIDEO: Kabupaten Nagekeo Dapat 4.000 Keping Blangko E-KTP. Tiap Jumat Disdukcapil Turun Ke Desa-desa. Pola jemput bola ini dilakukan dalam 3 tahun ini

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin

Andreas mengatakan, jumlah blangko E-KTP sebanyak 4.000 keping tersebut, bagi seluruh warga membutuhkan baik yang akan mengurus KTP baru, yang sudah hilang KTP, maupun warga yang KTP-nya sudah rusak.

"Semuanya dilayani, baik yang hilang, rusak dengan yang wajib KTP baru," sebut Weke Andreas.

Agar masyarakat tak sulit mendapatkan E-KTP, lanjut dia, selama ini Dukcapil melakukan pola pelayanan jemput bola. Caranya, melakukan pelayanan langsung ke desa-desa.

Pada tahun 2019, lanjut Weke Andreas, sebanyak 27 desa mendapat pelayanan e-KTP langsung di desa. Titik pelayanannya sesuai kesepatan masyarakat.

Sementara dalam tahun 2020 ini, lanjut Weke Andreas dia, baru empat desa yang didatangi. Empat desa yang didatangi untuk memberikan pelayanan e-KTP, yakni Desa Nangadhero, Kelurahan Wolopogo, Kelurahan Rega dan Desa Pagomogo.

“Sebelum pelayanan dilakukan, petugas teknis dari Disdukcapil Nagekeo terlebih dahulu turun ke lapangan dan melakukan survei jaringan,” ujarnya

Jadi, lanjut Weke Andreas, kalau pelayanan tidak bisa dilakukan di Kantor Desa karena masalah jaringan, maka pelayanan bisa di tempat lain.

VIDEO: Sebelum Diborgol di Depan Rumah, Yunus Terduga Pembunuhan Yornimus Nenabu, Sempat Berdoa

VIDEO: Komisaris Utama dan Jajaran Direksi Bank NTT Turun ke Jalan, Bagi-Bagi Bunga Valetine.

VIDEO: Detik-detik Penangkapan Yunus, Terduga Pelaku Pembunuhan Yornimus Nenabu di Kupang

Misalnya, di rumah penduduk atau pun fasilitas umum lainnya.  Ini ditentukan oleh kekuatan jaringan. “Nanti masyarakat diarahkan untuk mendatangi tempat itu,” ujar Weke Andreas.

Dia mengungkapkan, bahwa upaya pelayanan jemput bola tersebut, telah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

Upaya tersebut berjalan lancar, sehingga pola itu tetap dilanjutkan dalam tahun 2020 ini.

Menurut dia, pola jemput bola itu berdampak sangat positip. Pertama, semakin banyak warga memiliki KTP dan berikutnya, masyarakat tak berjubel di Kantor Dinas Dukcapil hanya untuk urus KTP. (POS-KUPANG.COM, Gordi Donovan).

Tonton, Like and Subscribe Youtube Chanel POS-KUPANG.COM

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved