Yayasan Alit Indonesia dan JPIC CKR Keuskupan Ruteng Peringati Hari Anak Universal

Yayasan Alit Indonesia dan JPIC CKR Keuskupan Ruteng Peringati Hari Anak Universal

Yayasan Alit Indonesia dan JPIC CKR Keuskupan Ruteng Peringati Hari Anak Universal
ISTIMEWA
Yayasan Alit Indonesia dan Justice Peace and Integrity of Creation Keuskupan Ruteng memperingati Hari Anak Universal, Minggu (24/11/2019) di halaman Rumah Wunut, Ruteng, Manggarai. 

Yayasan Alit Indonesia dan JPIC CKR Keuskupan Ruteng Peringati Hari Anak Universal

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Yayasan Alit Indonesia dan Justice Peace and Integrity of Creation Keuskupan Ruteng memperingati Hari Anak Universal, Minggu (24/11/2019) di halaman Rumah Wunut, Ruteng, Manggarai.

Tema Hari ini anak universal Tahun 2019 tahun adalah melakukan hubungan seks dengan anak adalah sebuah kejahatan.

Mengenal Wula Tabba, Guru Matematika Bupati dan Ketua DPRD TTU Saat Ini

Kegiatan ini diperingati bersama dengan 161 anak Sekami dan Pendamping Sekami dari Paroki Katedral Ruteng dan Parok Ekaristi Kudus Ka Redong.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Universal (Universal Children's Day) yang diperingati setiap tanggal 20 November, Yayasan Arek Lintang (Alit) Indonesia bekerjasama dengan Komisi JPIC Keuskupan Ruteng bersama koalisi menyelenggarakan kegiatan kampanye menolak segala bentuk kekerasan dan Eksploitasi sosial pada anak. Kegiatan Kampanye dengan tema " Sex with Child is a Crime" dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia, yakni Bali, Malang, Surabaya, Maumere, Bromo, Banyuwangi, Jember, Bangkalan dan Ruteng.

Sumba Barat Terima 1.758 Pelamar CPNS

Romo Marten Jenarut, S.Fil, S.H, M.H yang membuka acara peringatan hari anak tersebut, dalam sambutan mengatakan, banyak kasus kekerasan yang terjadi pada anak, baik kekerasan fisik, verbal, seksual maupun juga penelantaran.

Hal ini menurut Romo Marten, tentu sangat bertolak belakang dengan ajaran iman Katolik yang memberitakan bahwa anak adalah Anugerah Allah, anak adalah subyek yang Suci dan Kudus.

Lebih lanjut Romo Marthen mengajak anak-anak yang hadir dalam kampanye untuk bersama-sama menolak kekerasan pada anak. Anak-anak harus berani untuk menolak dan melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak serta dapat menjadi kader untuk dapat memperjuangkan hak-hak anak agar mendapat perlindungan dan penghidupan yang layak.

"Stop melakukan Kekerasan kepada anak, karna anak bukanlah obyek tetapi subyek yang suci dan kudus," tegas Ketua Komiis JPI CKR Keuskupan Ruteng ini.

Romo Marten juga menjelaskan setiap tanggal 20 November diperingati sebagai Hari Anak Universal. Momen tersebut diperingati untuk mempromosikan tentang kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved