Soal Meteran Listrik Over Spaning, Bupati Sumba Timur Mengaku Belum Dapat Laporan Masyarakat

Soal meteran listrik over spanning, Bupati Sumba Timur mengaku belum dapat laporan masyarakat

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si 

Soal meteran listrik over spanning, Bupati Sumba Timur mengaku belum dapat laporan masyarakat

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Masih banyak warga NTT yang menggunakan satu meteran untuk disambungkan ke rumah-rumah lainnya atau tetangganya.

Hasil penelitian Undana menemukan ada 99.381 kepala keluarga (KK) di NTT melakukan hal tersebut, kasus seperti ini rentan terjadinya kebakaran.

Terkait dengan persoalan itu, bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu (30/10/2019) siang mengatakan, sampai sekarang belum mendapatkan laporan terkait over spaning meteran listrik yang digunakan oleh masyarakat.

Kepala PLN ULP SoE : Kita Sudah Imbau Agar Masyarakat Tidak Melakukan Over Spanning

Menurut bupati Gidion, jika memang ada terindikasi penggunaan meteran listrik dengan over spaning oleh warga masyarakat harus ditindak sesuai dengan aturan oleh pihak PLN.

"Sampai sekarang belum dapat laporan, mestinya PLN kalau ada indikasi seperti itu harus ditindak sesuai aturan," kata Bupati Gidion.

Untuk menekan jika terjadinya pemaikanan over spaning meteran mungkin dikarenakan faktor ekonomi dimana warga tidak bisa memasang meteran, mungkin pemerintah daerah membantu masyarakatnya dengan membantu pemasangan meteran gratis, kata bupati Gidion, Pemda Sumba Timur belum siap untuk itu karena keterbatasan anggaran.

Virus African Swine Fever Bisa Musnahkan Populasi Babi di Lembata, Kanisius Tuaq Khawatir

Namun kata bupati Gidion, pihak PLN sendiri sudah menyanggupi bagi semua warga untuk mendapatkan penerangan listrik. Semestinya juga saat sekarang semua warga di seluruh desa mendapat penerangan listrik.

"PLN sudah sanggupi mestinya dari tahun kemarin seluruh desa bersinar, tapi belum ada tanda-tanda. Pemda belum siap anggaran untuk itu," kata bupati Gidion. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved